Sejumlah Gerai Berguguran, Direktur Minang Mart: Wajar Dalam Dunia Bisnis

Sejumlah Gerai Berguguran Direktur Minang Mart Wajar Dalam Dunia Bisnis Sejumlah gerai Minang Mart yang tutup dan berubah nama di beberapa titik di Kota Padang (Foto: Dok.Covesia)

Covesia.com - Terkait tutupnya sejumlah gerai  Minang Mart dan ada juga yang beralih nama, akhirnya Direktur PT. Retail Modern Minang (RMM), Syaiful Bakhri, yang merupakan  pengelola terhadap Minang Mart yang ada di sejumlah daerah di Sumbar ini angkat bicara.

Dalam saluran telpon genggam saat dihubungi, Rabu (9/1) mengatakan, bahwa penutupan beberapa gerai Minang Mart di Sumbar bukanlah sesuatu yang layak dihebohkan. Menurutnya, penutupan tersebut hal yang  wajar dalam dunia bisnis.

 “Masalah tutup dan buka, untung dan rugi, itu hal biasa dalam bisnis," ungkapnya.

Ia menjelaskan, tutupnya beberapa gerai Minang Mart bisa saja disebabkan berbagai macam hal, misalnya karena tidak produktif, tidak satu visi antara pengelola dengan pemilik gerai, pemilihan lokasi yang tidak strategis, dan lain sebagainya.

Meski pun demikian, ia berani menjamin bahwa hal itu sama sekali tidak mengganggu prospek pertumbuhan Minang Mart di Sumbar. Bahkan, pada 2019 ia memperkirakan tren pertumbuhan Minang Mart akan semakin membaik.

"Buktinya, baru-baru ini kami telah membuka dua gerai baru. Tanggal 21 Desember lalu kami membuka gerai express baru berkonsep Container Pimkopal Lamtamal II di Pasar Gaung, Teluk Bayur. Kemudian tanggal 4 Januari kemarin kami juga membuka gerai baru lagi di Painan," ucapnya.

Selain dua gerai tersebut, PT RMM selaku pengelola Minang Mart juga berencana membangun beberapa gerai baru lainnya. Akhir Januari tahun ini, ia juga berencana membangun gerai baru di Kota Padang dengan lokasi yang masih dirahasiakan.

Sehubungan dengan pembukaan gerai baru itu, Syaiful menuturkan bahwa pihaknya tidak mematok syarat-syarat khusus bagi pengusaha yang ingin bekerja sama. Hanya saja, ia juga menekankan pada aspek lokasi.

"Hal yang paling saya tekankan itu adalah lokasinya harus strategis. Tidak bisa asal memilih lokasi. Hanya itu. Tidak ada syarat-syarat lainnya. Dan kami pun tidak pernah memungut biaya bagi mereka yang ingin bergabung dengan Minang Mart," pungkasnya.

Sebelumnya, pantauan covesia.com, Senin (7/1/2019), gerai Minang Mart Piligan di Jalan Adinegoro, Batang Kabung Ganting, Koto Tangah, Kota Padang terlihat tutup. Di depan toko tersebut terlihat tulisan 'dikontrakkan'.

"Kalau tidak salah, Minang Mart di sini sudah lebih satu bulan tutup, kita juga tidak tahu kenapa ditutup," ujar warga yang tinggal di daerah tersebut, Roslina, kepada covesia.com.

Sementara gerai Minang Mart di Sungai Lareh, Kecamatan Kuranji kini telah berubah nama menjadi Minang Midi. Hal itu berlangsung sejak beberapa bulan belakangan ini.

“Berubah nama ini karena pemilik toko sudah tukar,” ungkap karyawan Minang Midi, Santi (25) kepada covesia.com. 

Informasi yang dihimpun covesia.com, hal yang sama juga terjadi pada gerai Minang Mart di Lubuk Minturun, Ampang, dan Parak Laweh.

(Tim Covesia)


Berita Terkait

Baca Juga