Sumber Air Bersih untuk Payakumbuh Ditutup, PDAM akan Polisikan Walinagari

Sumber Air Bersih untuk Payakumbuh Ditutup PDAM akan Polisikan Walinagari Ilustrasi

Covesia.com - Hubungan antara PDAM Payakumbuh dengan Masyarakat Nagari Sungai Kamuyang, Kabupaten Limapuluh Kota memanas, Rabu (16/1/2019) sore setelah sumber mata air untuk PDAM di tutup oleh beberapa orang warga Sungai Kamuyang. PDAM meradang dan langsung mempolisikan walinagari setempat.

Informasi yang dihimpun covesia.com di lapangan, persoalan ini berawal dari ketidakpuasan masyarakat Nagari Sungai Kamuyang terhadap sosialisasi perjanjian kerjasama pemanfaatan sumber mata air batang tabik oleh Pemkab Limapuluh Kota. Usai sosialisasi, beberapa warga merangsek ke sumber mata air Batang Tabik dan menutup sumber air tersebut yang dipergunakan untuk kebutuhan air warga kota Payakumbuh.

Aksi penutupan ini terjadi pukul 17.30 WIB tanpa pemberitahuan terlebih dahulu kepada pihak PDAM.

Dirut PDAM Kota Payakumbuh, Herry Iswahyudi membenarkan telah terjadi pengrusakan aset milik PDAM dan penutupan sumber air oleh sekelompok orang di Batang Tabik. Akibatnya, sampai berita ini diturunkan, Rabu (16/1/2019) malam air di Kota Payakumbuh mati. 

"Iya dirusak dan ditutup oleh sekelompok warga. Akibatnya air mati di seluruh Kota Payakumbuh. Ini dilakukan tadi sore dan tanpa pemberitahuan sama sekali kepada kami," ucap Herry kepada covesia.com saat dikonfirmasi.

Dengan kejadian ini, PDAM berencana melaporkan Walinagari Sungai Kamuyang, Irmaizar dan beberapa warganya. Diduga perangkat nagari terlibat dalam aksi ini.

"Malam ini atau besok pagi akan kami polisikan Walinagari dan beberaoa oknum warganya. Ini sudah kriminalisasi," katanya.

Sementara itu Walinagari Sungai Kamuyang, Irmaizar ketika dikonfirmasi hanya mau membalas pesan Whatsapp. Sedangkan beberapa kali di telepon, tidak mau mengangkat.

Dalam pesan Whatsapp ini, dirinya memang membenarkan adanya penutupan sumber mata air. Namun membantah adanya pengrusakan. 

"Tidak benar ada pengrusakan. Beberapa warga hanya melakukan penutupan," katanya.

Saat diulas kenapa terjadi penutupan, dirinya mengaku malam ini perangkat nagari sedang berkumpul dengan tokoh masyarakat Batang Tabik untuk mencari penyelesaian.

"Sekarang sedang berkumpul dengan camat, forkopinda dan tokoh masyarakat untuk mencari solusi," kata Irmaizar.

Kemudian perihal akan dipolisikan ini, Irmaizar tidak mau menjawab dan hanya membaca pesan Whatsapp dari wartawan covesia.com.

Kontributor Payakumbuh : Hajrafiv Satya Nugraha


Berita Terkait

Baca Juga