Polisi Panggil Lima Saksi Terkait Kebakaran Pulau Taraju di Kawasan Mandeh

Polisi Panggil Lima Saksi Terkait Kebakaran Pulau Taraju di Kawasan Mandeh Polisi tengah melakukan penyidikan di lokasi kebakaran pulau Taraju, Mandeh, Sumbar (Ist)

Covesia.com- Polisi Resort Pesisir Selatan, Sumatera Barat telah memanggil lima saksi terkait persoalan kebakaran Pulau Taraju di Kawasan Mandeh, Kecamatan Koto XI Tarusan beberapa waktu lalu.

Kapolres Pessel AKBP Fery Herlambang, didampingi KBO Reskrim Ipda Gusmanto menyebutkan, pihaknya telah melakukan pemanggilan saksi-saksi terkait kebakaran pulau taraju di kawasan mandeh.

"Kita telah panggil lima saksi dalam melakukan proses penyedikan. Diantaranya, Pekerja yang menunggu pulau, Operator Bot, Pemodal dan pemilik lahan, serta ketua pemuda dan wali nagari setempat. Dari kelima saksi dua diantaranya belum memenuhi panggilan kita," ungkapnya pada Covesia.com Jumat (18/1/2019)

Dikatakannya, sampai saat ini proses penyelidikkan masih berjalan. Dalam hal itu, kita melibatkan beberapa instansi terkait, serta mendatangkan tim ahli guna penyelidikan lebih lanjut.

"Sejauh ini, sudah lima kali kita lakukan peninjauan ke TKP kebakaran dan kita juga didampingi tim ahli dari provinsi dan dinas terkait seperti, DLH, DKP, dinas Pariwisata, BPSDL, dinas Kehutanan serta pihak kapolsesk setempat," sebutnya

Menurutnya, proses penyelidikan dengan melibatkan tim ahli dan beberapa instasi terkait. Guna menentukan bentuk-bentuk pelanggaran apa yang dilanggar dalam kasus ini.

"Jadi dengan itu, instansi yang terlibatlah yang akan menjelaskan pelanggaran yang dilanggar sesuai dengan bidangnya masing-masing," jelasnya

Lanjutnya dijelaskan, untuk sementara pihaknya bakal merujuk kepada UU No 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup sesuai Pasal 108.

"Disana dijelaskan setiap orang yang melakukan pembakaran lahan sebagaimana dimaksud dalam pasal 69 ayat (1) huruf h maka dipidana penjara paling singkat 3 tahun dan paling lama 10 tahun dan denda paling sedikit 3 miliar dan paling banyak 10 miliar,"ulasnya

Lebih lanjut ia mengatakan, berdasarkan penjelasan dari dinas kehutanan, total kebakaran lahan di Pulau Taraju adalah sekitar 0,3 hektare.

"Bahkan itu tidak sampai satu hektare. Kalau kerusakan Mangrove dan pencemaran lingkungan tidak ada dilokasi. Sebab, lokasi kebakaran masih jauh dari posisi Mangrove. Dan kawasan ini termasuk hutan penggunaan lain (HPL) tidak termasuk kawasan hutan lindung," tutupnya

Reporter Pessel: Indrayen

Berita Terkait

Baca Juga