Dalam Kondisi Hujan Lebat, Tim SAR Gabungan Terus Cari Dua Korban Hanyut Banjir Pangkalan

Dalam Kondisi Hujan Lebat Tim SAR Gabungan Terus Cari Dua Korban Hanyut Banjir Pangkalan Tim SAR gabungan saat melakukan pencarian korban hanyut di Batang Maek, akibat banjir terjang Pangkalan, 50 Kota, Senin (4/2/2019)(Foto: SAR)

Covesia.com - Pencarian terhadap Riki (17) dan Febi (17), warga jorong Lakuak Gadang, Kenagarian Pangkalan, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Limapuluh Kota yang hanyut di Batang Maek dilanjutkan pukul 09.00 WIB oleh tim gabungan Pos SAR Kabupaten Limapuluh Kota, Senin (4/2/2019). Petugas turun ke lapangan dalam kondisi cuaca yang masih hujan lebat. 

Kepala Pos SAR Kabupaten Limapuluh Kota, Robi Saputra menuturkan tim gabungan yang berjumlah lebih dari 50 orang turun ke lapangan walaupun kondisi cuaca masih hujan lebat. Namun jika air Batang Maek sudah mulai mengganas, petugas akan ditarik kembali ke daratan. 

“Sejak kemarin cuaca masih buruk dan kami terpaksa turun ke sungai untuk menyisir sungai dalam radius 3 KM dari lokasi kejadian dengan peralatan yang safety,” Kata Robi saat dihubungi Covesia.com.

Beberapa perahu karet baik dari SAR, Kepolisian maupun BPBD Kabupaten Limapuluh Kota diturunkan ke Batang Maek. Sampai pukul 11.00 WIB, air di Batang Maek masih stabil walaupun hujan masih lebat. 

“Jika air Batang Maek sudah mengganas, kami akan menarik seluruh dari sungai dan naik ke darat,” katanya. 

Penyisiran akan dilakukan di tengah maupun tepi sungai baik sisi kiri maupun kanan. Dari segi geografis Batang Maek yang bebatuan, dimungkinkan korban bisa terdampar ke tepi sungai. 

“Besar peluang korban sudah berada di tepi sungai karena Batang Maek ini banyak bebatuan yang besar-besar,” jelasnya. 

Sebelumnya Minggu (03/02/2019), tiga warga Jorong Lakuak Gadang dilaporkan hanyut akibat banjir bandang yang melanda Batang Maek. Korban hanyut yang bernama Fikri (23), Febi (17) dan Riki (17) hanyut saat akan menolong evakuasi penduduk yang terjebak banjir menggunakan sampan. Karena arus Batang Maek sangat kuat, sampan yang ditumpangi terbalik. Beruntung bagi Fikri bisa selamat setelah bisa meraih tepian sungai walaupun sudah terseret sejauh 1 KM.

Masyarakat dan petugas pun berusaha melakukan pencarian sesaat korban dilaporkan hanyut. Namun pencarian terhenti karena hujan badai dan luapan Batang Maek yang semakin kuat sekitar pukul 20.00 WIB. 

Kontributor Limapuluh Kota : Hajrafiv Satya Nugraha


Berita Terkait

Baca Juga