BPBD: Tiga Daerah Terdampak Meluapnya Batang Maek-Limapuluh Kota

BPBD Tiga Daerah Terdampak Meluapnya Batang MaekLimapuluh Kota Banjir di kecamatan Pangkalan, Kabupaten Limapuluh Kota, Minggu (3/2/2019)(Foto: Angga)

Covesia.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Limapuluh Kota merilis tiga titik daerah yang terdampak oleh meluapnya Batang Maek, Minggu (3/2/2019) kemarin. Ketiga daerah tersebut adalah Jorong Nenan di Kenagarian Maek, kemudian Jorong Aia Putiah di Kenagarian Sarilamak dan empat jorong di Kenagarian Pangkalan. 

Di Jorong Nenan, sampai saat ini sebanyak 940 KK masih terisolir karena jembatan yang menjadi satu-satunya akses keluar masuk putus. Sedangkan di Jorong Aia Putiah, sebanyak 350 siswa SMA se-kecamatan Harau yang sedang melakukan aktifitas kemping sempat terjebak dan baru bisa dievakuasi malam hari oleh TNI-AD dan BPBD.

Terparah di Jorong Lakuak Gadang, Kenagarian Pangkalan yang memakan korban. Dimana tiga orang warganya hanyut di Batang Maek. Beruntung bagi Fikri (24), salah satu korban hanyut berhasil meraih tepian sungai dan selamat walaupun sudah terseret sejauh 1 KM. 

“Iya. Ini tiga daerah yang terkena dampak. Namun yang menimbulkan korban hanya di Jorong Lakuak Gadang. Tiga orang hanyut pada Minggu Sore dan satu diantaranya sudah ditemukan selamat. Saat ini masih dilakukan pencarian terhadap dua orang warga lagi,” kata Kepala BPBD Kabupaten Limapuluh Kota, Jhoni Amir melalui Kabid kebencanaan dan Logistik, Ramadinol kepada Covesia.com, Senin (4/2/2019). 

Dijelaskan Ramadinol, untuk Jorong Nenan kondisi sudah mulai kondusif. Tidak ada kerusakan lain selain jembatan untuk keluar masuk jorong yang putus. Namun untuk sampai saat ini masih dilakukan upaya perbaikan jembatan. 

“Sekarang kami upayakan untuk memperbaiki jembatan. Minimal bisa dilalui oleh pejalan kaki untuk mendistribusikan logistik. Soalnya sampai sekarang 940 KK masih terisolir,” ungkapnya. 

Sedangkan kejadian di Aia Putiah, Kenagarian Sarilamak hampir memakan korban juga. Beruntung 350 siswa SMA yang sedang melakukan kegiatan kemping cepat tanggap saat air Batang Sanipan mulai naik. 

“Laporannya hanya beberapa peralatan kemping saja yang hanyut. Seluruh siswa berhasil selama setelah mengevakuasi diri ke kaki bukit terdekat. Tapi mereka sempat terjebak selama 6 jam dan sekarang sudah di evakuasi oleh BPBD dan TNI AD,” jelasnya. 

Untuk kerugian materil, Ramadinol mengaku BPBD belum bisa memastikan berapa jumlahnya. Pasalnya saat ini masih didata oleh petugas dilapangan. 

Kontributor Limapuluh Kota : Hajrafiv Satya Nugraha


Berita Terkait

Baca Juga