Di Balik Penemuan Dua Korban Hanyut di Pangkalan, Ada Doa dan Mistis

Di Balik Penemuan Dua Korban Hanyut di Pangkalan Ada Doa dan Mistis Korban hanyut banjir Pangkalan, almarhum Abdul Riki (17) dan Debi Syafendra (17) (Foto: Istimewa)

Covesia.com - Banyak yang prihatin dengan nasib dua warga Jorong Lakuak Gadang, Kenagarian Pangkalan, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Limapuluh Kota. Sabdul Riki (17) dan Debi Syafendra (17) harus meregang nyawa di saat mereka berdua ingin menyelamatkan nyawa orang lain yang sedang terjebak banjir. Saat itu, puluhan warga terjebak banjir saat Batang Maek meluap akibat hujan deras sepanjang hari, Minggu (3/2/2019). Ribuan masyarakat Limapuluh Kota pun bersedih dan menyatakan duka cita kepada mereka berdua. Bahkan selama 4 hari pencarian, tak pelak ribuan masyarakat juga turut ikut untuk terjun dan menyisir bibir sungai. 

“Mereka berdua itu syahid. Meninggal dunia di saat menolong orang. Niat tulus mereka berdua bakal dibalas Allah SWT dengan surga,” kata Walinagari Pangkalan, Rifdal Laksamono kepada Covesia.com, Rabu (6/2/2019).

Tim gabungan BPBD dan Basarnas Limapuluh Kota yang dibantu ribuan masyarakat Pangkalan jatuh bangun mencari kedua korban ini. selama 4 hari pencarian ini, banyak hal yang terjadi. Termasuk soal mistis. 

Rifdal juga mengatakan dihari kedua pencarian tiba-tiba banyak masyarakat yang datang ke lokasi yang tidak tahu entah datang darimana. Termasuk bantuan yang datang dari segala lini. Baik logistik untuk petugas gabungan hingga peralatan teknis.

“Tiba-tiba banyak orang yang datang. Entah siapa mereka, yang jelas mereka datang bukan Cuma melihat-lihat. Tapi membantu baik secara moril maupun materil,” katanya. 

Dihari kedua ini juga, dari siang hingga sore di sungai Batang Maek ini ada ombak seperti normalnya ombak di laut. Masyarakat yang melihat fenomena ombak ini pun heran. Mungkin ada pertanda baik atau buruk. Akhirnya masyarakat sepakat menggelar doa bersama dan yasinan di tepi sungai Batang Maek. 

Fenomena inipun terdengar oleh Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan. Di hari ketiga dirinya datang ke posko pencarian dan penasaran seperti apa ombak yang timbul tiba-tiba di sungai Batang Maek. Namun di hari ketiga ini ternyata sungai tenang dan tak ada ombak. 

Saat melihat-lihat ke arah sungai, Ferizal mengaku mendengar sayup-sayup suara adzan dari kejauahan arah kenagarian Rimbo Data. Padahal saat jam masih menunjukkan 10.00 WIB. Spontan Wabup pun meminta kepada petugas gabungan untuk menyisir sungai ke arah Rimbo Data.

Ternyata instruksi Wabup ini membuahkan hasil. Kedua korban ditemukan dalam jarak tidak berjauhan di Jorong Panang, Kenagarian Rimbo Data, di hari keempat pencarian, Rabu (6/2/2019) usai Shalat Zhuhur. Tepatnya di bekas penggalian tambang timah. 

 “Entah itu kebetulan atau itu pertanda. Kemarin saya saat berada di tepi sungai dekat posko pencarian. Saya mendengar adzan ke arah Rimbo Data. suara adzannya sayup-sayup dari kejauhan, tapi jelas. Makanya saya suruh beberapa petugas untuk mencari ke arah sana,” kata Ferizal. 

Saat mendengar suara adzan ini, didekat Wabup juga banyak masyarakat yang sedang mengaji dan doa bersama. Dirinya sempat bingung kenapa hanya dirinya yang mendengar suara adzan tersebut. Saat ditanya ajudan dan sopir yang sedang mendampingi, mereka berdua tidak mendengar. 

“Akhirnya saya berkesimpulan selepas suara adzan, kedua korban ini akan ditemukan di arah Rimbo Data,” kata Wabup. 

Hal ini dibenarkan oleh salah seorang ASN kantor Camat Pangkalan Koto Baru, Sudirman Uncu yang menerima langsung perintah dari Wabup agar mencari korban ke arah Rimbo Data dan akan ditemukan setelah waktu shalat antara Zhuhur dan Ashar. 

“Kemarin memang Wabup bilang korban akan ditemukan hari ini setelah waktu antara shalat Zhuhur atau Ashar ke arah Rimbo Data. Ternyata hal tersebut benar. Kami benar-benar takjub dan heran soal prediksi pak Wabup ini,” kata Sudirman.

Sebelumnya, di hari Minggu (3/2/2019) tiga warga Jorong Lakuak Gadang hanyut di Batang Maek saat terjadi banjir di Kenagarian Pangkalan. Ketiga warga ini berusaha menyelamatkan penduduk karena terjebak banjir dengan menggunakan sampan. Tanpa diduga, sampan yang dinaiki ketiga pemuda ini terbalik dihempas arus. Beruntung salah satu korban hanyut bernama Fikri (23) berhasil selamat setelah berhasil meraih tepian sungai walaupun sudah terseret sejauh 1 KM. 

Baca juga: Dua Korban Hanyut di Pangkalan Ditemukan Meninggal Dunia

Kontributor Limapuluh Kota: Hajrafiv Satya Nugraha


Berita Terkait

Baca Juga