Seorang Santri Dikeroyok Teman di Tanah Datar, ini Kata Pihak Pesantren

Seorang Santri Dikeroyok Teman di Tanah Datar ini Kata Pihak Pesantren Santri R yang masih tak sadarkan diri di Rumah Sakit M Djamil Padang, Selasa (12/2/2019)(Foto: Istimewa)

Covesia.com - Diduga guru kamar kecolongan sehingga tidak mengetahui adanya pemukulan yang dilakukan oleh 16 santri lainnya kepada korban 'R' disalah satu pesantren yang berada di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar).

Menurut keterangan, Firman, pengawas pesantren tersebut, di Padang saat melihat R di Rumah Sakit  M Djamil , Selasa( 12/2/2019) mengatakan bahwa di setiap kamar santri ada guru yang mengawasi, namun saat itu mungkin guru tersebut kecolongan sehingga tidak mengetahui adanya pemukulan diantara santri-santri tersebut.

"Setiap hari santri bersama gurunya di kamar, mungkin guru kecolongan sehingga tidak mengetahui adanya pemukulan santri itu," katanya.

Ia menjelaskan mungkin ada kesalahpahaman atau hal kecil yang tidak disengaja kemudian spontanitas terjadi pemukulan, maklum mereka masih anak-anak tanpa menyadari dampak yang akan terjadi bisa seperti ini. 

"Namanya anak-anak tidak tau dampak yang akan terjadi seperti ini, mungkin ini kesalahpahaman antara mereka bisa jadi korban memakai, meminjam atau mengambil suatu barang," tuturnya. 

Firman mengatakan ini terjadi dikamar santri disaat jam tidur, mestinya di jam segitu santri sudah harus tidur.

Lebih lanjut, Firman menyebutkan pada malam itu kejadian tersebut langsung ditindak lanjuti dengan membawa 'R' ke rumah sakit Padang Panjang, karena tidak sadarkan diri. Namun pihak RS merekomendasikan untuk di bawa rawat ke Rumah Sakit lain. 

Ia menambahkan pesantren memiliki santri 500 putra dan 500 putri lebih kurang, dimana di dalam satu kamar ada 8 lantai dan setiap kamar memilik gurunya. 

Sementara itu Kapolsek X Koto, AKP Rita Suryanti menyebutkan diduga korban 'R' dipukul secara bergantian oleh 16 temannya sehingga mengakibatkan korban tak sadarkan diri. 

"Kasus ini masih kita tangani dan dalami karena barang bukti sudah kota amankan. Untuk saksi belum bisa kita mintai keterangan karena masih membezuk korban di RS M. Jamil Padang," sebutnya.

(debi) 

Berita Terkait

Baca Juga