Korban Pengeroyokan Dinyatakan Meninggal, Polisi Belum Tetapkan Pasal Baru Bagi Anak Pelaku

Korban Pengeroyokan Dinyatakan Meninggal Polisi Belum Tetapkan Pasal Baru Bagi Anak Pelaku Ilustrasi pengeroyokan (Foto: merdeka.com)

Covesia.com - Kasus pengeroyokan berujung kematian yang terjadi di Pondok Pesantern Nurul Ikhlas, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar). Kasat Reskrim Polres Padang Panjang, Iptu Kalbert Jonaidi, menuturkan, terkait kasus tersebut pihaknya akan berkoordinasi dengan kejaksaan Pengadilan Negeri (PN) Padang Panjang.

Menurutnya, saat ini RA korban pengeroyokan sesama penghuni asrama sudah meninggal, namun bagi anak pelaku (sebutan status tersangka untuk anak di bawah umur) apakah akan dikenakan pasal baru atau tidak pihaknya masih melakukan koordinasi dengan kejaksaan.

"Kami akan lakukan koordinasi dengan kejaksaan, apakah menambahkan pasal atau bagaimana mengingat korban sudah meninggal. Sekarang petugas kita sudah melakukan koordinasi langsung dengan pihak kejaksaan," ujar Iptu Kalbert Jonaidi di Padang, Senin (18/2/2019). 

Lebih lanjut, ia menuturkan pihaknya bersama kejaksaan akan menggelar perkara terkait penganiayaan terhadap korban RA yang berujung kematian pada Senin (18/2) padi di RSUP Dr. M. Djamil Padang.

"Karena pelaku anak dibawah umur yang berusia rata-rata 16 dan 17 tahun ada penanganan khusus, kemudian nanti juga ada jaksa khusus bagi anak. Ini nanti yang akan kita singkronkan dengan pihak kejaksanan. Semoga perkara ini berjalan dengan lancar semoga proses penyidikan dan penyelidikan berjalan lancar," ulasnya.

Disi lain, ia juga menyebutkan akan mendalami apakah penyebab terjadinya insiden pengeroyokan merupakan kelalaian pihak pihak pesantren atau tidak.

"Mengenai pihak pesantren kita akan melakuakan penyidikan lebih lanjut, namun sekarang kita fokus terhadap kekerasan yang terjadi," sebutnya. 

"Saat ini pihak pesantren hanya sebatas saksi, nanti akan didalami apakah ada kelalaian atau bagaimana, untuk saksi sudah 5 orang kita periksa  termasuk ustadz dan pengawas kamar," ujarnya.

(dil/don)

Baca juga: Proses Penyelidikan, Jenazah Santri Korban Pengeroyokan Diautopsi di RS Bhayangkara

Berita Terkait

Baca Juga