Buaya Penyerang Pemancing di Agam Diduga Terluka, BKSDA Larang Warga Dekati Bibir Sungai

Buaya Penyerang Pemancing di Agam Diduga Terluka BKSDA Larang Warga Dekati Bibir Sungai BKSDA bersama Polres Agam dan Pemerintah Nagari lakukan penyisiran aliran sungai Batang Masang terkait penyerangan satwa liar Buaya Muara kepada masyarakat yang Sedang memancing Rabu, (6/3/2019) kemarin (Foto: BKSDA)

Covesia.com - Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) bersama Polres Agam dan Pemerintah Nagari lakukan penyisiran aliran sungai Batang Masang terkait penyerangan satwa liar Buaya Muara (Crocodylus porosus) kepada masyarakat yang Sedang memancing, pada Rabu (6/3/2019) kemarin.

Unit Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) BKSDA Resor Agam, Ade Putra mengatakan, penyisiran dilakukan juga melibatkan petugas Security PT AMP mengingat lokasi kejadian juga berdekatan dengan area perkebunan kelapa sawit milik perusahaan.

"Dari hasil pemantauan, ditemukan jejak kaki buaya dengan berbagai ukuran serta beberapa lokasi yang diduga merupakan sarang satwa dilindungi tersebut," ujarnya saat di konfirmasi Covesia.com.

Dilanjutkan Ade, saat ini buaya yang menyerang pemancing diduga dalam keadaan terluka, karena keterangan dari teman korban, saat penyerangan sempat terjadi perlawanan dari korban dibantu ketiga temannya saat hendak melepaskan gigitan buaya. 

"Saat ini buaya itu sedang terluka jadi kita takutkan akan agresif dan mengganas sehingga menyerang warga yang berada di pinggiran aliran sungai," terangnya.

Mengantisipasi bertambahnya korban, pihaknya bekerja sama dengan pemerintah nagari memberikan imbauan kepada masyarakat untuk tidak mendekati bibir sungai untuk beberapa waktu kedepan terutama pada malam hari. 

"Buaya yang sedang terluka sangat agresif, dia akan langsung menyerang jika merasa ada potensi gangguan," jelasnya.

(han/don)


Berita Terkait

Baca Juga