Belum Sampai Tiga Bulan, Jalan Nasional di Kawasan Mandeh Terban

Belum Sampai Tiga Bulan Jalan Nasional di Kawasan Mandeh Terban Kendaraan melintas di jalan nasional Mandeh yang rusak tepatnya di Sungai Nyalo Mudiak Aia, Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Selasa (12/3/2019). Foto: Antara/ Adi Prima

Covesia.com - Jalan nasional menghubungkan Kota Padang dengan Kawasan Mandeh tepatnya di Nagari Sungai Nyalo Mudiak Aia, Pesisir Selatan, Sumatera Barat, terban padahal usianya baru dua setengah bulan.

Wali Nagari Sungai Nyalo Mudiak Aia, Pesisir Selatan, Marjam dihubungi dari Padang, Selasa (12/3/2019) menyebutkan terbannya jalan itu sudah terjadi sejak sepekan yang lalu hingga tidak bisa dilewati kendaraan besar.

"Hampir setengah badan jalan yang baru dibangun itu terban. Kendaraan roda empat masih bisa lewat jika memaksakan ke arah tebing. Tapi kendaraan besar seperti bus tidak bisa," katanya seperti yang dilansir dari Antara.

Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) III Padang, Aidil Fiqri menyebutkan pihaknya segera meninjau lokasi terbannya jalan tersebut dan memastikan penyebabnya.

Selintas, jalan terban itu akibat "force majeure" atau kejadian yang terjadi di luar kemampuan manusia. Jika terbukti demikian, perbaikan akan dilakukan oleh Balai Jalan karena dalam kontrak, "force majeure" bukan jadi tanggung jawab kontraktor.

Tetapi jika penyebabnya adalah kelalaian teknis yang menyebabkan gagalnya konstruksi dari kontraktor meskipun kecil, meski telah PHO atau serah terima, kontraktor tetap punya kewajiban untuk memperbaiki.

Pembangunan jalan akses wisata Mandeh tersebut dimulai sejak 2015 hingga 2018 secara bertahap melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional III Padang, Ditjen Bina Marga.

Pada 2015-2017, jalan yang terbangun sepanjang 16 km dan lebar enam meter dengan anggaran total Rp88,26 miliar.

Pada tahun 2018, pekerjaan pembangunan jalan dilakukan dengan tiga kontrak.

Kontrak pertama paket pekerjaan jalan akses Wisata Mandeh sepanjang 13,03 Km dengan nilai kontrak Rp55,18 miliar dengan kontraktor PT. Statika Mitrasarana.

Lalu paket pembangunan jalan akses Wisata Mandeh (lanjutan) sepanjang 12,05 Km dengan nilai Rp 59,9 miliar oleh kontraktor PT. Lubuk Minturun Konstruksi Persada.

Kontrak ketiga paket pekerjaan penggantian, rehabilitasi dan pemeliharaan berkala jembatan ruas jalan akses Wisata Mandeh untuk 12 jembatan dengan total panjang 245 meter senilai Rp 12,7 miliar oleh kontraktor PT. Pilar Prima Mandiri.

Terbangunnya akses jalan itu mempersingkat waktu tempuh dari Kota Padang ke kawasan tersebut dari sebelumnya sekitar 2,5 jam menjadi sekitar 1-1,5 jam. 

(ant/don)

Berita Terkait

Baca Juga