Kekerasan di Lapas, LBH Padang Desak Kanwil Kemenkumham Berbenah

Kekerasan di Lapas LBH Padang Desak Kanwil Kemenkumham Berbenah Kantor LBH Padang (Foto: doK.covesia)

Covesia.com - Penyiksaan terhadap napi di lembaga permasyarakatan (Lapas) kembali terjadi di Sumatera Barat (Sumbar), kejadian tersebut kembali mencoreng nama baik Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham).

Sedikitnya, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padang mencatat, di tahun 2019 LBH Padang menerima tiga kasus penyiksaan yang dialami oleh narapidana.

"Kami (LBH) menerima setidaknya pada tahun 2019 ada kasus yang mempunyai dimensi penyiksaan," ujar Aulia Rizal Kepala Bidang Advokasi Kebijakan Publik LBH Padang, Jumat (15/3/2019).

Menurutnya, dari laporan klien mereka mendapat sejumlah penyiksaan dalam Lapas, seperti pengakuan Doni Putra, ia disiksa lebih dari 10 orang oknum petugas dan mengakibatkan sejumlah luka memar di sekujur tubuhnya.

Kemudian Hendria juga disiksa oleh petugas karena berkelahi dengan napi lain. "Untuk Doni Putra kasusnya sudah dilaporkan ke Mapolda Sumbar dan dari pengakuan korban, ia telah divisum. Sementara penganiayaan terhadap Hendria terjadi di Lapas Klas II B Pariaman," ujarnya.

"Kemudian ada juga korban berinisial FDS, ia ditelantarkan oleh petugas, tetapi akhirnya korban meninggal lantaran mengalami sejumlah penyakit saat berada di dalam Lapas," bebernya. 

Di sisi lain menurutnya, undang-undang malahan telah menjamin seorang bebas dari penyiksaan. Namun justru narapidana mendapatkan sejumlah penyiksaan oleh petugas. LBH Padang juga mendesak Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumbar untuk melakukan reformasi di lembaga permasyarakatan.  

"Dalam undang-undang jelas bahwa seseorang berhak bebas dari penyiksaan atau perlakuan yang merendahkannya. Makanya kita menginginkan Kanwil melakukan reformasi untuk mencegah praktek tersebut di dalam Lapas," sebutnya. 

(dil/don)

Berita Terkait

Baca Juga