Limapuluh Kota 'Porak-Poranda' Diterjang Puting Beliung

Limapuluh Kota PorakPoranda Diterjang Puting Beliung Tampak sebuah rumah yang ditimpa pohon tumbang akibat disapu puting beliung, Kamis malam (28/3/2019)(Foto: BPBD)

Covesia.com - Bencana alam kembali terjadi di Kabupaten Limapuluh Kota. Kali ini angin puting beliung mengamuk di 4 Kecamatan, Kamis (28/03/2019) malam. Dilaporkan sejumlah rumah warga dan fasilitas umum rusak. Bahkan di kecamatan Lareh Sago Halaban, di beberapa titik sampai saat ini listrik masih padam.

Kejadian yang berlangsung usai maghrib ini cukup membuat masyarakat panik. Pasalnya, angin puting beliung cukup besar terbentuk di tidak jauh dari pasar Halaban yang padat penduduk. Sedangkan saat itu lampu langsung padam karena banyak kabel listrik yang putus akibat ditimpa pohon tumbang dan material bangunan.

Wanda, salah seorang warga Pakan Raba’a, Kecamatan Lareh Sago Halaban menuturkan warga memang sempat panik. Awalnya mereka tidak sadar ada angin puting beliung dan mengira hanya hujan badai biasa. Soalnya, tidak kejadian ini berlangsung malam dan listrik sudah padam.

Angin puting beliung ini baru diketahui setelah beberapa warga melihat keanehan air hujan berputar-putar dan naik ke atas. Barulah masyarakat di sekitar pasar Halaban gempar dan mengevakuasi diri mereka.

“Ada sekitar 30 menit angin itu berputar-putar disini. Banyak rumah yang rusak dan pohon yang tumbang. Bahkan baliho-baliho caleg di sekitar Pasar Halaban abis beterbangan semuanya,” ucap Wanda.

Sedangkan dari laporan BPBD Kabupaten Limapuluh Kota, akibat hujan badai dan angin puting beliung ini, empat kecamatan terkena dampak yang diantara Kecamatan Lareh Sago Halaban, Harau, Guguak dan Luhak.

Di Kecamatan Lareh Sago Halaban, di kenagarian Batu Payuang dan Labuah Gunuang terdapat puluhan rumah yang rusak akibat puting beliung. Bahkan jaringan listrik terputus akibat di timpa baliho caleg. Sedangkan di kecamatan Guguak, satu rumah rusak di timpa pohon.

Di kecamatan Luhak, banyak pohon yang tumbang di Kenagarian Mungo dan menutup akses jalan. Namun, Jumat (29/03/2019) pagi jalan beberapa ruas jalan di sini sudah bisa dilalui. Kemudian di kecamatan Harau, akses jalan antara Taram ke Sitanang sempat putus 3 jam karena ada pohon besar yang tumbang di tengah jalan.

“Kami masih melakukan pendataan kerusakan material kepada penduduk. Namun dari pantauan di lapangan, yang paling terdampak adalah kecamatan Lareh Sago Halaban. Disana puluhan rumah rusak akibat diterjang angin puting beliung. Sedangka didaerah lain didominasi pohon tumbang,” kata Kabid Logistik dan Kedaruratan BPBD Limapuluh Kota, Rahmadinol kepada Covesia.com.

Untuk pembersihan material, menurunkan alat-alat berat karena pohon tumbang hampir merata di empt kecamatan ini. diprediksi akan memakan waktu sekitar 3 atau 4 hari.

“Pohon yang tumbang hampir merata di setiap kecamatan yang terkena dampak. Tim sedang berusaha melakukan pembersihan di lapangan,” katanya.

Kontributor Limapuluh Kota: Hajrafiv Satya Nugraha


Berita Terkait

Baca Juga