Dijanjikan Bedah Rumah oleh Caleg Incumbent, Dua Warga Limapuluh Kota Kehilangan Rumah

Dijanjikan Bedah Rumah oleh Caleg Incumbent Dua Warga Limapuluh Kota Kehilangan Rumah Tampak salah satu rumah warga di 50 Kota yang gagal dibangun, karena janji oleh salah seorang Caleg incumbent (Foto: Hajrafiv Satya Nugraha)

Covesia.com - Dua warga di Jorong Padang Mangurai, Kenagarian Ampalu, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Limapuluh Kota harus merelakan rumahnya terbengkalai karena janji para caleg salah satu partai. Caleg ini tengah duduk di kursi anggota DPR RI, DPRD Provinsi Sumbar, dan DPRD Kabupaten Limapuluh Kota dengan partai yang sama. Masyarakat dijanjikan bedah rumah yang saat ini tengah dijalankan oleh Kementerian PU secara menyeluruh di Nasional.

Informasi yang dirangkum covesia.com, salah seorang caleg DPR RI mendatangi masyarakat Kenagarian Ampalu akhir tahun 2018 silam dan menyebutkan dirinya sedang membawa dana aspirasi anggota dewan ke tengah masyarakat dalam bentuk bedah rumah. Bahkan dirinya meminta kepada Walinagari Ampalu data-data warga miskin dan Rumah Tak Layak Huni (RTLH).

Sepulang dari Kenagarian Ampalu, Anggota DPR RI ini menunjuk Anggota DPRD Provinsi Sumbar dan Kabupaten Limapuluh Kota dari partai yang sama sebagai perpanjangan tangannya ke masyarakat Kenagarian Ampalu. Sampai pada akhirnya, ada orang yang datang ke masyarakat dan Walinagari mengaku sebagai fasilitator program bedah rumah ini dari partai tersebut yang diutus oleh salah seorang anggota DPRD Kabupaten Limapuluh Kota.

Salah seorang korban, Supiak Gadih (65) mengatakan dirinya pernah didatangi oleh Anggota DPR RI tersebut dan menaiki rumahnya. Disaat itu rumah gadang Supiak yang sudah rapuh ini direhab dihadapan ratusan masyarakat Ampalu. Mendengar hal tersebut, Supiak merasa senang dan sempat memeluk anggota DPR RI yang masih muda tersebut.

“Dia datang ke rumah bersama banyak orang. Katanya mau merehab rumah gadang saya yang sudah lapuk ini menjadi rumah semi permanen,” kata Supiak saat covesia.com mengunjungi rumahnya, Selasa (2/4/2019).

Usai itu, datang orang yang mengaku diutus oleh anggota DPRD Kabupaten yang sama partai dengan anggota DPR RI tersebut. Ia menyuruh Supiak membangun pondasi rumah secara mandiri dan membongkar rumah gadang ini agar material bangunan serta bantuan bisa datang.

Karena berharap bantuan akan datang, Supiak beserta keluarganya membongkar rumahnya ini dan menjual sapi untuk membangun pondasi. Setelah hal tersebut dilakukan, nomor kontak yang diberikan oleh orang yang datang tersebut tidak kunjung aktif sampai sekarang.

“Sudah dibongkar rumah ini dan pondasinya sudah dibikin. Tapi bantuan tak kunjung datang. Sedangkan nomor HP yang diberikan tidak aktif-aktif,” kata Supiak.

Sementara itu Wali Jorong Padang Mangunai, Wendri membenarkan hal tersebut. Bahkan dari 7 warga yang dijanjikan oleh anggota DPR RI tersebut sudah ada 2 warga yang membongkar rumahnya.

“Ada 7 warga saya yang dijanjikan oleh anggota DPR RI itu melalui anggota DPRD Kabupaten. Nama mereka santer terdengar sekarang di tengah masyarakat berjanji merehab rumah warga. Tapi sekarang realisasinya nihil. Bahkan 2 warga saya sudah membongkar rumahnya sendiri,” kata Wendri.

Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan mengaku geram dengan tindakan yang dilakukan oleh anggota DPR RI bersama DPRD Provinsi dan Kabupaten Limapuluh Kota ini. Mereka menjanjikan program Kementerian PU kepada masyarakat Limapuluh Kota. Padahal program tersebut tidak ada di Limapuluh Kota.

“Limapuluh Kota tidak ada kebagian program bedah rumah tahun 2019 ini dari kementerian PU. Kenapa mereka malah menjanjikan hal tersebut kepada masyarakat. Mentang-mentang sekarang tahun politik, mereka mencoba nangkring disana. Jelas ini merugikan masyarakat kami dengan janji palsu,” kata Wabup.

Disebutkannya, jika Limapuluh Kota mendapatkan program bedah rumah Kementerian PU ini, dipastikan anggarannya akan masuk kedalam Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2019.

“Jika ada, anggarannya masuk ke dalam DAK. Tetapi hal itu tidak ada di tahun 2019 ini. sekarang sudah dua warga yang membongkar rumahnya sendiri dengan iming-iming untuk direhab. Sekarang siapa yang bertanggung jawab?,” tegas Wabup

Kontributor Limapuluh Kota: Hajrafiv Satya Nugraha

Berita Terkait

Baca Juga