DLH Limapuluh Kota Sebut Terdapat 440 Calon Penerima Rehab Rumah di Daerah itu

DLH Limapuluh Kota Sebut Terdapat 440 Calon Penerima Rehab Rumah di Daerah itu Tim Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari Dinas PUPR Provinsi Sumbar dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Limapuluh Kota mendatangi Kenagarian Ampalu, Kamis (4/4/2019). (Hajrafiv/Covesia.com)

Covesia.com - Tim Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu Provinsi (SNVT) Sumatera Barat telah mengklarifikasi polemik bantuan bedah rumah di Kenagarian Ampalu, Kecamatan lareh Sago Halaban, Kabupaten Limapuluh Kota, Kamis (4/4/2019) ke tengah masyarakat, namun untuk saat ini data nama dan alamat penerima bantuan rehab rumah belum diterima oleh Pemkab Limapuluh Kota.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Adel Noviarman kepada wartawan, Senin (08/04/2019) mengatakan, saat ini pihaknya baru menerima data jumlah calon penerima bantuan berdasarkan SK Kementerian PUPR yang keluar pada 26 Februari 2019. 

“Sebelumnya DLH merekomendasi seribu lebih calon penerima bantuan rehab rumah. Berdasarkan SK Kementerian, calon penerima berjumlah 440. Namun, kami belum memiliki data nama dan alamat 440 calon peneriman tersebut,” jelasnya. 

Menurut Adel, selepas ribut soal dua rumah yang telah dibongkar di Ampalu, untuk saat ini, data penerima pasti di daerah itu sudah ada di meja SNVT Pemprov. 

“Karena heboh-heboh di Ampalu kemarin, data penerima pastinya langsung diambil oleh tim SNVT Pemprov di Kantor Walinagari. Namun, kepastian bisa cair bantuan tersebut masih menunggu tanda tangan dari pejabat berwenang dari SNVT Pemprov,” ucapnya. 

Sedangkan nama dan alamat calon penerima (By Name By Address) di nagari lain, Adel mengaku juga tidak mengetahuinya.  

“By Name By Address dari nagari lain saya belum tahu. Apakah sudah masuk ke Pemprov atau belum. Mungkin sekarang sedang diproses oleh SNVT Pemprov dan merangkum nama-nama siapa saja yang akan menerima bantuan rehab rumah BSPS sebanyak 440 unit ini. Kemudian baru pihak berwenang SNVT menandatangani administrasi pencairan bantuan,” katanya. 

Dia menegaskan, belum dapat memastikan nama dan alamat penerima, sampai ada data resmi dari SNVT provinsi. 

“Jika belum ditandatangani oleh Pemprov dan datanya belum diterima oleh kami, saya tidak berani bilang 'By Name By Address' itu sudah ada. Fasilitator untuk program ini juga masih dalam tahap seleksi,” jelasnya. 

Sebelumnya, bantuan rehab rumah BSPS ini heboh di Jorong Padang Mangunai, Kenagarian Ampalu, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Selasa (02/04/2019). Dua warga dilaporkan membongkar rumahnya sendiri usai ada orang yang diduga mengaku sebagai fasilitator memberikan sosialisasi. 

Laporan ini terdengar ke telinga Wakil Bupati dan membuatnya meradang. Saat mengunjungi rumah warga tersebut, Kepala Jorong Sungai Mangunai, Wendri menyebut program BSPS ini janji dari Anggota DPR RI yang sekarang juga nyaleg dari Partai Gerindra, Ade Rizki Pratama dan Virmadona, Anggota DPRD Kabupaten Limapuluh Kota. 

Karena laporan ini heboh dimedia, Tim SNVT Pemprov Sumbar akhirnya turun ke rumah yang telah dibongkar oleh dua warga ini. Disini tim menyebutkan bahwa sudah ada kepastian bantuan turun karena telah keluar SK Kementerian PU perihal Bantuan BSPS ini tanggal 26 Februari 2019 silam dan sudah ada By Name By Address penerima bantuan.

Saat tim turun, masyarakat sempat emosi kepada Virmadona di Kantor Walinagari Ampalu dan nyaris baku hantam. Alasannya, karena ada ancaman yang berbau politik yang disampaikan oleh Virmadona via seluler.

(agg/rdk)

Baca: Tim BSPS Pastikan Bantuan Rehab Rumah di 50 Kota Berjalan Awal Mei 2019

Berita Terkait

Baca Juga