Tak Sependapat Dengan Wagub Sumbar Soal Batu Krib, Wako Pariaman: Jangan Latah

Tak Sependapat Dengan Wagub Sumbar Soal Batu Krib Wako Pariaman Jangan Latah Warga berada di kawasan pantai Padang yang dikawasan itu terdapat batu krip sebagai pemecah ombak. Foto: Dok Covesia/ Primadoni

Covesia.com - Wali Kota Pariaman, Genius Umar tidak sependapat dengan pernyataan Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit terkait permintaan untuk penghentian pemasangan batu krib atau batu pemecah ombak di bibir pantai, khusunya untuk wilayah Pariaman.

"Kita lebih tahu keadaan daerah kita dari pada orang lain. Ini penting dan jangan ikut latah," ujarnya usai penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Walikota Pariaman tahun 2018 di gedung DPRD Kota Pariaman, Senin (8/4/2019).

Menurutnya jika tidak ada pemasangan batu krib di sepanjang kawasan pantai Gandoriah, tentu pantai Gandoriah yang merupakan objek vital pariwisata Kota Pariaman bisa rusak dan tergerus abrasi.

"Kalau tidak ada batu krib lihat itu pantai Naras. Sudah hancur pantai kita. Jadi jangan latah-latah kesana kemari," tegasnya.

Kata Genius, ahli rekomendasi untuk membuat struktur bangunan adalah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) dan tak ada hubungannya dengan rekomendasi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

"Ahli rekomendasi itu dari PU," sambungnya.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit, mengimbau agar pemasangan batu krib di bibir pantai untuk mengatasi abrasi dihentikan karena sangat membahayakan nyawa masyarakat jika terjadi tsunami.

"Batu grib tidak direkomendasikan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Jika tsunami, batu-batu itu berubah seperti pisau dalam blender. Sangat berbahaya. Karena itu kita imbau dihentikan pemasangannya," katanya di Padang, Kamis (4/4/2019).

Ia mengatakan itu terkait upaya mitigasi bencana di daerah pesisir pantai Sumbar yang rawan gempa dan tsunami.

Ke depan, batu grib itu harus diganti dengan pohon atau vegetasi yang sesuai untuk ditanam di pinggir pantai.

Salah satu vegetasi yang dinilai tepat adalah pohon cemara udang dan bakau dan penanamannya telah dimulai di pesisir Sumbar.

Baca juga: Tidak Direkomendasikan BNPB, Sumbar Hentikan Pemasangan Batu Grib di Bibir Pantai

Kontributor Pariaman: Almufri Sofyan

Berita Terkait

Baca Juga