Tokoh Rantau Kecam Aksi Tarik Bantuan oleh Caleg di 50 Kota

Tokoh Rantau Kecam Aksi Tarik Bantuan oleh Caleg di 50 Kota Sumber: istimewa

Covesia.com - Ketua Umum Ikatan Keluarga Kapur Sembilan (IKKS) Family Sarantau, Edward Idrus bereaksi terkait tindakan masyarakat Nagari Sialang, Kecamatan Kapur IX, Kabupaten Limapuluh Kota, Jumat (19/04/2019) malam. 

Edward meminta pemuda dan masyarakat yang melakukan unjuk rasa meminta maaf. Bahkan penarikan bantuan dana aspirasi yang telah diberikan sebelumnya kepada masyarakat tersebut diproses sesuai hukum yang berlaku.

“Aksi di Silang kemarin itu sudah melawan hukum. Ada kekerasan berupa intimidasi kepada perangkat Nagari dan penjarahan. Saya minta kepada masyarakat dan pemuda yang terlibat dalam aksi kemarin untuk meminta maaf. Yang menjarah kemarin mohon dikembalikan secara baik-baik,” kata ketua Umum LKKS Family Sarantau, Edward Idrus saat dikonfirmasi covesia.com, Senin (22/04/2019).

Dalam internal IKKS, hal ini sudah menjadi catatan penting karena sudah mencoreng citra masyarakat Sialang yang dikenal harmonis dan santun dalam berdemokrasi. Saat ini sedang diupayakan jalur musyawarah antara pendemo dengan perangkat nagari. Jika hal ini gagal, kemungkinan akan dibawa ke ranah hukum.

“Kami musyawarah dulu. Jika gagal, akan dibawa ke ranah hukum,” ujarnya.

Disebutkan Edward, dirinya menyayangkan ada pemaksaan kepada Bamus dan perangkat nagari untuk menandatangani surat pernyataan untuk mencopot 10 kepala jorong di kenagarian Sialang.

Di samping itu, bantuan dana Pokir yang diambil paksa saat kejadian juga merupakan sebuah hal melawan hukum. Pasalnya, inventaris yang diperuntukkan kepada masyarakat Sialang ini berasal dari uang negara.

“Ada intimidasi dan pemaksaan untuk mencopot 10 kepala jorong. Termasuk mengambil paksa inventaris peralatan kongsi kematian yang dulu dari dana bantuan Pokir anggota DPRD, Yusnir. Jadi dua hal ini sudah melawan hukum. Namun saya harap bisa dimusyawarahkan terlebih dahulu. Jika tidak kami bawa ke ranah hukum,” ujarnya.

Sampai saat ini anggota DPRD Kabupaten Limapuluh Kota, Yusnir yang merupakan putra asli Sialang yang terancam gagal duduk kembali periode 2019-2024 belum bisa dikonfirmasi. Pasalnya, nomor seluler yang bersangkutan memblokir seluruh panggilan yang masuk.

(agg/rdk)

Berita Terkait

Baca Juga