Penyebab Banjir Bandang Situjuah, BPBD 50 Kota Temukan Fakta ini

Penyebab Banjir Bandang Situjuah BPBD 50 Kota Temukan Fakta ini Ilustrasi - Banjir bandang ketika menerjang daerah di Pasaman. Foto: Dok. Covesia

Covesia.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Limapuluh Kota mengungkap sebab terjadinya banjir bandang yang melanda 3 kecamatan di Kabupaten limapuluh Kota, Selasa (16/04/2019). Bencana sehari sebelum pelaksanaan pemilu ini dinyalir terjadi akibat terjadinya longsoran besar di punggung Gunung Sago.

“Waktu itu Gunung Sago sedang diguyur hujan yang sangat tinggi. Nah, terjadi longsoran yang cukup besar di punggung gunung. Kami melihat ada tiga titik dan longsoran tersebut cukup besar,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik (BPBD) Kabupaten Limapuluh Kota, Rahmadinol kepada Covesia.com, Senin (22/04/2019).

Akibat longsor ini, terbentuk aliran air yang baru dan mengarah ke hulu sungai. Karena intensitas air dan lumpur cukup besar, tidak bisa ditampung oleh hulu sungai yang akhirnya menyebabkan banjir bandang.

“Ada terbentuk jalur aliran sungai yang baru di gunung karena longsor ini. Jumlahnya diperkirakan puluhan anak sungai. Hal ini patut diwaspadai karena bisa memicu banjir bandang susulan jika terjadi aktivitas hujan yang serupa di atas gunung Sago,” jelasnya.

Dalam kejadian Banjir Bandang ini, Kecamatan Situjuh Limo Nagari menjadi daerah yang terparah. Terdapat 2 rumah di Kenagarian Situjuh Gadang yang mengalami kerusakan dan 30 hektar sawah mengalami gagal panen. 

Sedangkan Banjir Bandang yang menghantam kecamatan Luak dan Lareh Sago Halaban tidak ada laporan merusak hasil pertanian dan rumah. Hanya air meluber hingga ke pemukiman warga.

“Untuk rumah yang terkena banjir bandang kemarin, warga disarankan untuk tidak mendiami lagi rumah tersebut karena jika terjadi banjir bandang, besar kemungkinan rumah itu akan terkena lagi,” ujarnya.

Pantauan BPBD, longsor yang paling besar terdapat di lereng lembah Gunung Sago yang masuk dalam daerah Jorong Kuning yang diperkirakan berdiameter puluhan meter.

(agg/rdk)

Berita Terkait

Baca Juga