Dugaan Penggelapan dan Korupsi, Oknum Pegawai BRI Payakumbuh Rugikan Negara Miliaran Rupiah

Dugaan Penggelapan dan Korupsi Oknum Pegawai BRI Payakumbuh Rugikan Negara Miliaran Rupiah Ilustrasi

Covesia.com - Kejaksaan Negeri Payakumbuh menahan salah seorang pegawai Bank BRI Payakumbuh, AG (32) karena dugaan tindakan penggelapan dan korupsi. Aksi Mantri BRI yang telah berjalan sejak tahun 2018 ini diduga telah merugikan negara senilai miliaran rupiah.

Aksi AG ini diketahui setelah pihak Bank BRI menyadari ada kebocoran keuangan yang cukup besar. Termasuk ada 20 pengaduan dari nasabah yang mengaku setoran kredit maupun uang di rekening berkurang.

Setelah ditelusuri, ternyata bermuara kepada AG dan pihak bank BRI langsung berkoordinasi dengan Kejaksaan untuk melakukan langkah selanjutnya. 

"Kami melakukan penahanan kepada salah seorang karyawan Bank BRI Payakumbuh beberapa hari yang lalu. Diduga, karyawan ini melakukan penggelapan uang nasabah dan korupsi di bank BRI mencapai Miliaran Rupiah," kata Kepala Kejaksaan Negeri Payakumbuh, Nur Tamam SH kepada awak media, Rabu (15/05/2019).

Nur Tamam mengungkapkan, Modus tersangka ada tiga macam. Pertama tersangka membujuk Nasabah untuk mengambil kredit di Bank BRI, namun setelah pinjaman tersebut cair jumlah pinjaman dikurangi dengan cara membuat dokumen palsu. 

Modus kedua yakni setoran Nasabah yang tidak disetorkan AG dan modus terakhir mengambil jaminan pinjaman Nasabah tanpa sepengetahuan pimpinan, kemudian jaminan itu dijadikan boroh untuk meminjam ke Bank tanpa setahu si Nasabah.

"Karyawan bank ini kami kenakan pasal 2 dan 3 Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 Tentang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) karena sudah merugikan negara. Pasalnya, BRI adalah BUMN yang mendapatkan subsidi oleh negara," 

Namun, untuk memastikan berapa kerugian negara akibat ulag AG ini, Nur Tamam belum bisa menjawab karena masih menunggu hasil pemeriksaan dari BPKP. 

"Masih kami tunggu hasil dari BPKP. Berapa angka kerugian negara. Jika sudah keluar hasilnya, kemungkinan kasus ini bisa dilimpahkan ke pengadilan," katanya.

(agg/dnq)


Berita Terkait

Baca Juga