Oknum Karyawan BRI Gelapkan Miliaran Uang Nasabah untuk Judi Online

Oknum Karyawan BRI Gelapkan Miliaran Uang Nasabah untuk Judi Online Ilustrasi- Logo Bank BRI. (Istimewa)

Covesia.com- Uang hasil korupsi dan penggelapan yang dilakukan oleh salah seorang oknum Karyawan Bank BRI Payakumbuh, AG (32) diduga telah habis digunakan. Mayoritas, uang tersebut dihabiskan dalam permainan judi online.

Kepala Kejaksaan Negeri Payakumbuh, Nur Tamam SH melalui Kasi Intelijen, Nazif Firdaus dan Kasi Pidana Khusus, Satria Lerino mengatakan, saat penyidikan, AG mengaku uang hasil penggelapan dan korupsi dana Bank BRI digunakan untuk keperluan pribadi dan judi online. Namun, mayoritas uang tersebut digunakan di meja judi.

“Uang yang digelapkan dan dikorupsi lebih dari satu miliar rupiah. Mayoritas habis untuk judi online,” ujar Nazif Firdaus kepada wartawan, Kamis (16/5/2019).

Ia juga mengatakan judi online ini menggunakan jasa transaksi perbankan. Baik untuk membayar deposit sebagai modal judi maupun penukaran uang hasil judi yang nantinya akan masuk ke rekening AG.

“Judi onlinenya, memakai jasa transaksi perbankan dan langsung berinteraksi dengan rekening AG tersebut,” katanya lagi.

Sebelumnya, kepala Kejaksaan Negeri Payakumbuh, Nur Tamam SH mengatakan pihaknya telah melakukan penahanan kepada salah seorang oknum Karyawan Bank BRI Payakumbuh Unit Nusantara Barat Koto Nan Ampek karena telah melakukan penggelapan dana nasabah dan korupsi uang Bank BRI. Praktek ini telah berlangsung sejak tahun 2018 yang ditaksir berjumlah miliaran rupiah.

Modus oknum ini ada tiga macam. Pertama AG membujuk nasabah untuk mengambil kredit di Bank BRI, namun setelah dana tersebut cair, jumlah pinjaman dikurangi dengan cara membuat dokumen palsu.

Yang kedua, menggelapkan setoran nasabah yang tidak dimasukkan ke kas bank BRI dan yang terakhir mengambil jaminan pinjaman nasabah tanpa sepengetahuan pimpinan. Kemudian menjadikan boroh untuk pinjaman ke bank tanpa sepengetahuan si nasabah.

“Karyawan bank ini kami kenakan pasal 2 dan 3 UU no 31 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi (Tipikor) karena sudah merugikan negara. Pasalnya, BRI adalah BUMN yang mendapatkan subsidi oleh negara,” kata Nur Tamam.

Namun untuk memastikan berapa jumlah kerugian negara akibat ulah AG ini, Nur Tamam belum bisa menjawab karena masih menunggu hasil pemeriksaan dari BPKP.

“Kami masih menunggu hasil dari BPKP. Berapa angka kerugian negara. Jika sudah keluar hasilnya, kemungkinan kasus ini sudah bisa dilimpahkan ke pengadilan,” ujarnya.

(Hsn/jon)


Baca juga: Dugaan Penggelapan dan Korupsi, Oknum Pegawai BRI Payakumbuh Rugikan Negara Miliaran Rupiah

Berita Terkait

Baca Juga