Diam-diam Cairkan Uang Nasabah, Karyawan Bank Nagari ini Dipecat

Diamdiam Cairkan Uang Nasabah Karyawan Bank Nagari ini Dipecat Sumber: google.com/maps

Covesia.com - Setelah persoalan karyawan Bank BRI Payakumbuh yang menggelapkan dana nasabah dan mengkorupsi uang Bank BRI beberapa waktu lalu, sekarang Bank Nagari Payakumbuh yang menjadi sorotan masyarakat. 

Seorang nasabah bernama Irmasiswati mengaku uang miliknya dicairkan diam-diam oleh salah seorang karyawan bank Nagari inisial KA. Management Bank Nagari pun langsung bergerak cepat dengan memberikan sanksi pemecatan kepada yang bersangkutan.

Informasi yang dihimpun Covesia.com, pencairan dana nasabah diam-diam ini dilakukan oleh KA tanggal 18 Februari 2019 sekitar pukul 11.00 WIB di kantor Bank Nagari Payakumbuh Cabang Lareh Sago Halaban.

Saat itu ia melihat ada slip penarikan uang nasabah tanpa disertai buku tabungan sebesar Rp 5 juta yang terletak di sebelah printer mejanya. 

Tanpa bertanya, dirinya langsung mencairkan uang tersebut. Usai mencairkan uang, KA baru menyadari bahwa tindakannya salah.

Dirinya berupaya menghubungi si pemilik uang, namun tidak mendapatkan respon. KA akhirnya memutuskan untuk menyimpan uang itu sendiri. 

Pasalnya, ia takut ketahuan oleh rekan maupun atasannya karena telah mencairkan uang nasabah secara diam-diam.

Belakangan pemilik dana tersebut, Irmasiswati menyadari uangnya telah berkurang sebanyak Rp 5 juta dan mengajukan protes kepada Bank Nagari tanggal 20 Februari 2019. 

Usut punya usut, akhirnya KA mengaku dirinya yang telah mencairkan dana tersebut tanpa konfirmasi nasabah. Namun, uang tersebut masih disimpan KA dan menyerahkan kembali ke Irmasiswati di depan pimpinannya.

Kacab Bank Nagari Payakumbuh, Roni Edrian ketika dikonfirmasi wartawan membenarkan hal tersebut dan mengatakan persoalan tersebut telah selesai. 

Uang nasabah telah dikembali dan karyawan Bank Nagari tersebut telah menerima sanksi berupa pemecatan.

“Itu pegawai kami yang baru masuk dan masih dalam tahap percobaan. Ia melakukan kesalahan fatal dan tidak bisa didispensasi oleh aturan Bank Nagari. Terpaksa kami melakukan pemecatan kepada yang bersangkutan. Sedangkan uang nasabah telah dikembalikan seutuhnya sebesar Rp 5 juta,” kata Roni, Sabtu (18/05/2019).

Roni meminta masyarakat tidak berspekulasi negatif kepada Bank Nagari karena apa yang dilakukan KA adalah sebuah kekhilafan yang wajar sebagai seorang manusia. 

Tidak ada maksud untuk berbuat jahat, hanya saja setelah berbuat demikian yang bersangkutan tidak terbuka dan melaporkannya segera kepada pimpinan.

“Kesalahannya adalah tidak terbuka dan melaporkan hal tersebut ke pimpinan. Padahal ia telah melakukan kesalahan. Si Nasabah sempat protes keras kepada kami dan membuat sedikit ada beban pikiran. Karena itulah kami harus menjatuhkan sanksi berat kepada KA,” kata Roni.

(agg/rdk)

Berita Terkait

Baca Juga