Ayah dan Ibu Tak di Rumah, Bocah 10 Tahun di Mentawai Ditemukan Warga Tergantung di Kandang Ayam

Ayah dan Ibu Tak di Rumah Bocah 10 Tahun di Mentawai Ditemukan Warga Tergantung di Kandang Ayam Ilustrasi - pixabay

Covesia.com - Bocah 10 tahun inisial OM, warga Dusun Makukuet Desa Matobe Kecamatan Sikakap Kabupaten, Kepulauan Mentawai, ditemukan tergantung di kandang ayam belakang rumahnya. Saat ditemukan, bocah tersebut berhasil diselamatkan warga. 

Dikutip Covesia.com dari Mentawaikita.com, Senin (20/5/2019), saat kejadian OM tinggal berdua dengan adiknya KP (8) di rumah.

Sementara ibu mereka pergi ke Tuapejat mengurus KTP anaknya. Di samping itu, ayah mereka sedang bekerja di dusun Panatarat.

Saat asyik bermain, OM dan KP bertengkar. Diketahui OM lalu memukul KP. Setelah memukul KP, OM langsung meminta KP mengambil tali plastik, tapi KP tidak mengindahkan perkataan OM.

Lalu OM mengambil tali plastik sendiri dan berjalan ke kandang ayam di belakang rumahnya lalu mengikatkan tali plastik tersebut ke salah satu kayu yang melintang di kandang ayam.

Setelah tali terikat di kayu, OM lalu mengikat ujung tali yang sudah dibuat lingkaran ke lehernya. Melihat OM terikat dan tergantung KP langsung menangis-nangis.

Warga segera berdatangan begitu mendengar KP menangis histeris. Tetangga mendapati OM saat itu dalam kondisi tergantung.

Menyaksikan peristiwa itu, tetangga sigap mengambil parang untuk memutus tali plastik yang mengikat leher OM. Selanjutnya OM segera dibawa ke Puskemas Sikakap. 

“Waktu kejadian saya lagi bekerja membuat rumah di Dusun Panatarat. Setelah mendapat informasi anak saya gantung diri, saya langsung ke Puskesmas Sikakap. OM dibawa ke Puskesmas Sikakap sekitar pukul 15.00 WIB," kata Ignasius orang tua OM. 

Dokter Puskesmas Sikakap dr. Agustina Sibarani mengatakan, OM dibawa sekira pukul 15.00 WIB dalam keadaan lemas dan tidak sadarkan diri. Lehernya berbekas biru akibat lilitan tali.

“Tindakan pertama kita lakukan memberikan oksigen kepada OM. Untuk sementara OM kita rawat inap dulu di Puskesmas Sikakap agar mendapat perawatan medis maksimal. Kalau keadaan OM sudah stabil dan sehat baru kita bolehkan pulang,” katanya.

(rdk)

Berita Terkait

Baca Juga