Satu Unit Mobil Masuk Jurang di Kawasan PLTA Batang Agam, 1 Meninggal dan 2 Hilang

Satu Unit Mobil Masuk Jurang di Kawasan PLTA Batang Agam 1 Meninggal dan 2 Hilang Proses evakuasi korban oleh tim SAR gabungan, Minggu malam (9/6/2019)(Foto:Dok.Basarnas)

Covesia.com - Satu unit mobil masuk jurang kembali terjadi di kawasan PLTA Batang Agam, perbatasan antara Kabupaten Limapuluh Kota dengan Kabupaten Agam. Setelah mobil pengangkut uang asal Pekanbaru yang hendak ke Bukittinggi jatuh pada tahun 2017 silam dan mengakibatkan 1 orang penumpang (polisi-red) hilang, lokasi ini kembali memakan korban.

Kali ini sebuah mobil innova warna putih yang diduga akan pulang mudik jatuh ke jurang yang tidak jauh dari PLTA Batang Agam, Minggu (09/06/2019) sekitar pukul 23.00 WIB. Diduga, jalan yang licin akibat hujan  menjadi penyebab mobil terjun ke jurang. Dilaporkan akibat kejadian ini, satu orang meninggal dunia dan dua hilang terseret arus sungai.

Informasi yang dihimpun covesia.com, mobil Innova ini melaju dari arah Payakumbuh hendak menuju Padang Panjang. Saat di lokasi kejadian, diduga mobil kehilangan kendali karena jalanan licin dan akhirnya jatuh ke jurang sedalam 30 meter.

“Memang ada mobil Innova berwarna putih jatuh ke jurang tadi malam saat hujan. Isi mobil ada 10 orang dan sudah dievakuasi 8 orang ke rumah sakit. Namun satu diantaranya meninggal dunia bernama Najuwa (8), warga Koto Baru Sepuluh Koto, Kabupaten Tanah Datar. Sedangkan dua orang penumpang masih dilakukan pencarian,” ucap Wakapolres Payakumbuh, Kompol Eridal kepada wartawan, Minggu malam.

Sementara itu, Ka. Pos Sar Limapuluh Kota, Robi Saputra mengatakan Seluruh korban di bawa ke RSUD Adnan WD Payakumbuh untuk menjalani perawatan medis. Sedangkan untuk pencarian dua orang yang hilang dilakukan oleh tim SAR gabungan dan aparat kepolisian yang dibantu warga sekitar. Namun karena arus sungai di bawah jurang sangat deras, pukul 01.30 WIB, pencarian dihentikan karena sangat membahayakan bagi tim evakuasi. Bahkan salah seorang warga yang membantu proses evakuasi bernama Arsil (40), warga Batu Hampa, Kabupaten Limapuluh Kota harus dirujuk ke rumah sakit karena terseret arus sungai. 

“Proses pencarian dihentikan semetara pukul 01.30 WIB karena situasi tidak memungkinkan. Arus sungai di bawah jurang sangat deras. Satu warga yang menolong proses evakuasi terseret arus dan harus dirujuk ke rumah sakit. Senin, (10/06/2019) pagi akan kami lanjutkan kembali pencarian korban” kata Robi.

Sampai pukul 04.00 WIB, hujan masih mengguyur lokasi kejadian dan arus sungai masih sangat kuat.

(agg/don)

 

Berita Terkait

Baca Juga