Longsor Terjang Situjuh Batur, Dua Hektar Sawah Porak-poranda

Longsor Terjang Situjuh Batur Dua Hektar Sawah Porakporanda Sekitar dua hektar areal persawahan porak-poranda akibat ditutupi material longsor. (Foto: Hajrafiv Satya Nugraha/covesia)

Covesia.com - Akibat curah hujan yang tinggi beberapa hari terakhir, beberapa titik di perbukitan di Jorong Koto, Kenagarian Situjuh Batur, Kecamatan Situjuh Limo Nagari, Kabupaten Limapuluh Kota mengalami longsor. Akibatnya sekitar dua hektar areal persawahan porak-poranda akibat ditutupi material longsor. 

Pemerintah nagari setempat mengambil inisiatif untuk menutup dua irigasi guna menghindari dampak yang lebih buruk bagi sawah masyarakat. Namun, masyarakat menjadi khawatir kekeringan akan melanda jika irigasi ditutup dalam jangka waktu lama.

Camat Situjuah Limo Nagari, Rahmad Hidayat menyebutkan intensitas hujan yang sangat tinggi di Limapuluh Kota mengakibatkan beberapa titik di perbukitan Jorong Koto longsor. Bahkan longsor terbesar berlangsung pada hari Selasa (11/06/2019) pagi sekitar pukul 06.00 WIB. Longsor ini langsung membuat aktifitas pengairan di Nagari Situjuh Batur menjadi terganggu.

"Sampai sekarang masih ada longsoran kecil-kecil terlihat dari bawah jika melihat areal perbukitan. Tapi yang terparah, kemarin pagi kejadiannya. Itu pihak nagari langsung berinisiatif untuk menutup dua irigasi yang ada di Situjuh Batur," ujar Rahmad Hidayat ketika dikonfirmasi Covesia.com, Rabu (12/06/2019). 

Dikatakannya, dari beberapa longsoran ini masyarakat dihantui ketakutan. Pasalnya, batu-batu besar berguguran ke bawah. Namun sampai saat ini, belum ada laporan longsoran mengarah ke pemukiman. Hanya masih di areal sawah, kebun dan hutan.

"Masih aman. Tapi banyak material yang jatuh. Semuanya mengarah ke sawah dan kebuh. Tidak ada kepemukiman," katanya.

Kerusakan akibat beberapa longsoran ini, dijelaskan Rahmad cukup parah. Pihaknya tengah meminta bantuan agar dinas PU dan BPBD Kabupaten Limapuluh Kota turut membantu masyarakat bergotong royong membersihkan material. Pasalnya, irigasi sengaja ditutup agar dampak kerusakan diareal persawahan tidak semakin parah. 

"Masyarakat sekarang sedang gotong royong membersihkan material di sawah dan kebun. Tapi kami sedang meminta bantuan tenaga dan alat dari dinas PU dan BPBD. Pasalnya, sebelum dibersihkan material ini, irigasi tidak bisa dibuka. Jika tidak dampaknya semakim parah," ujarnya.

Ilham, salah seorang warga setempat berharap banyak pihak membantu membersihkan material longsor ini. Jika semakin lama irigasi di tutup, ditakutkan kenagarian Situjuh Batur bisa kekeringan.

"Semoga cepat dibersihkan dan banyak pihak yang membantu. Jika semakin lama irigasi ditutup, kami bisa kekeringan disini," katanya.

(agg)


Berita Terkait

Baca Juga