Nelayan Mengeluh, Penangkapan Ikan Gunakan Bom Sering Beroperasi di Wilayah Agam

Nelayan Mengeluh Penangkapan Ikan Gunakan Bom Sering Beroperasi di Wilayah Agam Ilustrasi Nelayan ( Foto: Pixabay)

Covesia.com - Nelayan di Laut Tiku, Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) Keluhkan adanya nelayan yang menggunakan bom dan jaring robot beroperasi di lautan sekitar.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Agam, Arman Aciak mengatakan, penggunaan bom dan jaring robot sering beroperasi beberapa waktu terakhir di sekitar lokasi.

"Kita mendapat laporan dari nelayan yang sedang menangkap ikan, namun mereka takut untuk mendekat, jadi hanya melaporkan kepada nelayan lain," ujarnya saat di konfirmasi Covesia.com Rabu (19/6/2019).

Menurut kesaksian nelayan, para pengguna bom dan jaring robot terlihat beroperasi di lautan dangkal dan berpotensi besar bisa merusak terumbu karang.

"Mereka beroperasi di lautan dangkal itu bisa merusak terumbu karang dan mengusir ikan yang berada di sekitar lokasi, selain merusak laut tentunya itu berpengaruh terhadap hasil tangkapanan nelayan karena ikan sudah menjauh," lanjutnya.

Menurutnya untuk pelaku pihaknya belum bisa memastikan karena tidak bisa terlihat dari jarak jauh, terkait hal tersebut pihaknya berharap aparat berwenang lebih memperketat pengawasan di perairan serta bisa mensosialisasikan kepada masyarakat akan bahaya penggunaan bom rakitan serta jaring robot.

"Kita tidak bisa memastikan apakah pelaku nelayan setempat atau datang dari luar,  jadi kita berharap dinas terkait bisa melakukan sosialisasi kepada masyarakat bahwa tindakan itu terlarang dan bisa merusak hewan dan ekosistem laut lainnya" harapnya.

(han/don)


Berita Terkait

Baca Juga