Ratusan Masyarakat Tinggam Kembali Unjuk Rasa di Kantor Bupati Pasaman Barat

Ratusan Masyarakat Tinggam Kembali Unjuk Rasa di Kantor Bupati Pasaman Barat Ratusan masyarakat Tinggam, Nagari Persiapan Tinggam Harapan, Kecamatan Talamau, kembali melakukan unjuk rasa di halaman kantor Bupati Kabupaten Pasaman-Sumbar, Kamis (4/7/2019)

Covesia.com - Ratusan masyarakat Tinggam, Nagari Persiapan Tinggam Harapan, Kecamatan Talamau, kembali melakukan unjuk rasa di halaman kantor Bupati Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat.

"Kami minta Pemerintah segera mendefenitifkan Nagari Persiapan Tinggam Harapan. Kami menilai seolah Pemerintah daerah Pasaman Barat tidak berpihak terhadap masyarakat Tinggam," kata Sahrial salah seorang orator masyarakat Tinggam, Syahrial.

Aksi unjuk rasa  ini kata Sahrial, merupakan aksi kedua setelah tidak kunjung mendapat solusi usai akdi di depan Kantor DPRD Pasbar (24/06/) lalu.

"Kami akan terus mengupayakan tuntutan ini. Sebab tuntutan ini bukan kepentingan politik maupun kepentingan segelintir orang. Namun ini adalah kepentingan untuk kesejahteraan masyarakat Tinggam dan Tombang," ungkapnya.

Namun kata dia, hingga saat ini tuntutan mereka hanya sekedar janji manis belaka. Mereka juga menilai seolah masyarakat Tinggam sengaja dibenturkan dengan masyarakat Tombang, Kecamatan Talamau.

"Kami menilai pemda lebih berpihak kepada masyarakat tombang. Tuntutan kami ini harus diterima, jika tidak diterima kami akan tetap melakukan aksi dan jika perlu kami akan menginap di Kantor Bupati, hingga tuntutan kami ini diterima," tegasnya.

Disamping itu, dalam spanduk orasi massa juga turut ditulis alasan masyarakat Tinggam untuk ngotot menuntut Nagari Defenitif.

Dalam spanduk itu ditulis bahwa berdasarkan keputusan hakim adat daulat yang dipertuan parit batu Pasaman Tahun 1930 menegaskan Tinggam adalah kesatuan masyarakat hukum adat dalam tatanan Nagari yang memiliki hak asal usul dan susunan asli dengan ulayat mangkuto alam dalam langgam daulat "Tanahnyo Lah Diuriahkan, Ayianyo Lah Baribehan".

Atas dasar itu masyarakat Tinggam menilai sama sekali tidak ada hubungannya dengan Sinuruik menurut sepanjang Adat.

Mereka juga tidak mau dibodoh-bodohi dalam hal tersebut. Bahkan menurut mereka bagi pihak yang menghalang-halangi Tinggam menjadi Nagari Defenitif termasuk musuh Negara dan Provokator.

Selama aksi unjuk rasa tersebut berlangsung, langsung mendapat pengawalan ketat dari aparat gabungan Polres, TNI, dan Satpol PP.

(eri)

Berita Terkait

Baca Juga