Pengamat: Sumbar Butuh Pemimpin yang Punya Terobosan, Bukan Sekedar Gubernur Seremonial

Pengamat Sumbar Butuh Pemimpin yang Punya Terobosan Bukan Sekedar Gubernur Seremonial Pengamat Politik Millenial, Arifki Chaniago

Covesia.com - Pengamat Politik Millenial, Arifki Chaniago menilai Sumatera Barat saat ini membutuhkan sosok yang bakal memimpin lima tahun kedepan bukan sekedar Gubernur biasa.

"Untuk Sumatera Barat saat ini butuh pemimpin yang bisa bergerak dan membuka terobosan cepat untuk membangun segala sektor yang potensial agar bisa bersaing secara Nasional dan Internasional. Jadi jangan hanya tampil sebagai sosok Gubernur biasa, apalagi tampil seperti seremonial saja," kata Arifki Chaniago juga alumni Fsipol Unand kepada Covesia.com, Sabtu (6/7/2019).

Menurut Arifki Chaniago, setidaknya Gubernur Sumbar kedepan harus mampu melanjutkan program tertunda yang sudah dimulai selama sepuluh tahun kepemimpinan Irwan Prayitno.

"Kita juga patut berterima kasih selama sepuluh tahun kepemimpinan IP ini dengan segala aspek pencapaiannya. Namun tugas IP ini belum selesai. Pemegang estafet kedepan harus bisa bergerak lebih cepat dari capaian IP. Sebab Sumbar saat ini saya lihat masih biasa-biasa saja dan masih tertinggal dibanding daerah lain seperti Banyuwangi-Jabar misalnya yang sudah maju dengan Pariwisatanya," ungkap Arifki Chaniago.

Padahal secara potensi daerah kata dia, Sumbar tidak kalah dengan daerah lain. Bahkan disejumlah Kabupaten/Kota hingga saat ini belum tergarap maksimal yang bisa pemicu kemajuan daerah.

"Satu sektor Pariwisata saja sangat potensial. Namun pengelolaannya masih lambat dan rendah. Saat ini yang terlihat signifikan hanya Pulau Mandeh, karena intervensi pusat untuk pembangunan ini sangat besar. Sementara daerah lain masih banyak seperti Objek Wisata di Lima Puluh Kota, Pantai Pasaman Barat, Pasaman, Padang Pariaman, Agam, Pariaman dan lainnya. Rata-rata seluruh daerah memiliki potensi wisata,"katanya.

Disamping itu kata dia, Sumbar akhir-akhir ini mulai kekurangan sosok pemikir dan ekonom yang handal bisa menjadi panutan. Karena dari sejak zaman dahulu, Minangkabau dikenal akan sosok tokoh dengan pemikirnya baik mulai dari Hamka, M. Hatta, Sutan Syahrir, Tan Malaka, Imam Bonjol, dan lainnya. Kemudian dikenal sebagai seorang pengusaha yang handal atau sosok ekonom.

"Buktinya banyak diseluruh daerah banyak perantau Minang yang menjadi pengusaha. Kemudian dari dahulu Sumbar dikenal sebagai daerah pendidikan yang diburu oleh pelajar dari daerah lain baik sekolah di Padang Panjang, Pesantren Parabek Bukittingi dan lainnya. Namun kini mulai redup secara Nasional, bahkan Jawa yang menonjol dibidang pendidikan. Ini tentu harus menjadi prioritas juga sebelum kemunduran Sumber Daya Manusia (SDM) turun lebih jauh," tambahnya.

Maka dari itu kata dia, sosok figur Gubernur kedepan harus mampu mengkoordinasikan kondisi daerah dengan Pemerintah pusat dalam pengembangannya.

"Apapun leading sektor yang akan dibangun harus ditopang sosom Pemimpin yang sudah memiliki hubungan dengan Pemerintah pusat yang mantap dan koordinasi dengan kepala daerah yang responsif. Sebab, membangun Sumbar kedepan harus menyiapkan daerah dalam posisi persaingan global. Kalau tidak demikian, semua yang kita harapkan akan sia-sia saja. Kemudian lambat laun akan makin tertinggal dari daerah lain," tutupnya.

(eri)

Berita Terkait

Baca Juga