Pelaku Pembunuh Wanita Tanpa Identitas di Luki Padang Ditangkap Polisi

Pelaku Pembunuh Wanita Tanpa Identitas di Luki Padang Ditangkap Polisi Pelaku bersama Kapolsek Luki dan Wakapolsek Luki, di Mapolsek Luki, Minggu (7/7/2019)(Foto: Polsek Luki)

Covesia.com - Identitas sesosok mayat perempuan yang ditemukan tewas oleh seorang warga di jalan lama Tahura Ladang Padi RT 003 RW 012 Kelurahan Indarung, Kecamatan Lubuk Kilangan (Luki) Kota Padang, Jumat kemaren akhirnya terungkap. Korban meninggal dunia karena dibunuh oleh rekannya sendiri.

Kapolsek Luki, Kompol Zulkafde mengatakan, identitas korban yaitu, bernama Masyita (49) seorang asisten rumah tangga, korban merupakan warga Koto Baru Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang.

"Korban dibunuh oleh rekannya yang bernama Irwan Sitanggang (37), pekerjaan keseharian bekerja serabutan, warga Koto Baru Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang," ujar Zulkafde, Minggu (7/7/2019).

Kompol Zulkafde menyebutkan, setelah mendapatkan informasi bahwa kematian perempuan tersebut. Kemudian pihak kepolisian melakukan penyelidikan. Atas kerjasama dengan Sat Reskrim Polresta Padang dan Jajaran Polsek Lainnya, pelaku berhasil tangkap di rumahnya, pada Sabtu (6/7/2019) pagi.

Awalnya, pelaku diperiksa polisi sebagai saksi atas tewasnya Masyita ini. Tapi Karena dari keterangan pihak keluarga dan saksi-saksi lain, korban terakhir bertemu dan pergi bersama pelaku. Dari hasil interogasi dan pemeriksaan itulah, pelaku mengakui perbuatannya. 

"Kepada kami pelaku mengatakan, ia tega melakukan pembunuhan itu karena ingin mencuri barang berharga milik korban untuk membayar utang. Sebelumnya pelaku telah mencoba meminjam uang ke korban namun tidak diberikan," ucap Zulkafde.

Lanjut Zulkafde, pelaku mempunyai utang dengan orang lain sebesar Rp 6 juta yang harus ia bayar. Keesokan harinya, pelaku mengajak korban pergi jalan-jalan di sana aksi tersebut dilakukan pelaku. Membunuh dan mengambil satu unit Honda Beat Sporty milik korban no polisi BA 2362 OW, yang sudah dijual pelaku ke daerah Teluk Kwantan Propinsi Riau.

"Korban dan pelaku janjian bertemu di Ujung Tanah, Kecamatan Lubuk Begalung. Awalnya, antar pelaku dan korban mengunakan sepeda motor masing-masing. Sesampai di Gadut, Kecamatan Lubuk Kilangan sepeda motor pelaku ditinggalkan dan mereka berangkat berdua dengan satu sepeda motor milik korban, untuk pergi ke Taman Hutan Raya (Tahura) Bung Hatta," jelas Zulkafde.

Dikatakan Zulkafde, saat berada di Tahura Bung Hatta itulah, korban kemudian dibunuh oleh pelaku ketika sedang duduk di atas alas koran bekas. Pelaku membunuh dengan cara mencekik leher korban hingga tewas.

Setelah membunuh, pelaku sempat pergi untuk menjual motor korban tersebut ke Teluk Kwantan dan selanjutnya pelaku kembali lagi ke Padang.

Zulkafde katakan, atas perbuatannya tersebut, pelaku disangkakan dengan ancaman pasal 365, 340 dan 338 KUHP dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara dan bisa hukuman seumur hidup," ucap Zulkafde. 

Kontributor: Peri Musliadi

Baca juga: Mayat Wanita Tanpa Identitas Ditemukan di Kawasan Ladang Padi Padang

Berita Terkait

Baca Juga