Tunggakan Iuran BPJS Kesehatan di Pasaman Capai Rp4,5 Miliar

Tunggakan Iuran BPJS Kesehatan di Pasaman Capai Rp45 Miliar Petugas melayani pengurusan kepesertaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Antara Foto/ Yulius Satria Wijaya

Covesia.com - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat mencatat tunggakan iuran peserta mandiri mencapai Rp4,5 Milyar hingga Bulan Juli 2019.

"Saat ini jumlah peserta mandiri BPJS Kesehatan di Pasaman yang terdaftar sekitar 26.000 orang. Sementara, 70 Persen dari jumlah peserta itu menunggak. Angka tersebut terus bergerak. Hingga Juli 2019 ini saja, kami mencatat besar tunggakan peserta sekitar Rp4,5 Miliar," terang Kepala BPJS Kesehatan Pasaman, Syafrudin ketika dikonfirmasi oleh Covesia.com, Jumat (12/7/2019).

Besaran tunggakan tersebut kata Syafrudin sudah termasuk dari semua kategori kelas BPJS Kesehatan.

"Memang sangat fantastis. Jumlah tunggakan tersebut bisa jadi akan terus membengkak naik tiap bulan. Jika seandainya peserta tak kunjung membayarnya," tambah Syafrudin.

Baca juga: Lebih 95 Persen Warga Pasaman Sudah Terlindungi JKN-KIS

Menurut Syafrudin berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82 Tahun 2018 tunggakan peserta mandiri BPJS Kesehatan diatas 24 Bulan atau 2 Tahun diputihkan.

"Tunggakan yang lama-lama sudah tidak dihitung lagi. Jadi peserta yang menunggak tersebut bervariasi mulai dari 24 bulan, 23, 22, 21, dan 20 bulan ke bawah. Tidak bisa dipungkiri bahwa hanya 30 Persen peserta yang patuh membayar iuran BPJS sebelum jatuh tempo. Sementara sisanya hanya membayar iuran saat mau berobat saja,"ungkapnya.

Bagi peserta yang menunggak kata dia akan dikenakan denda sebesar 2,5 Persen dari total biaya yang dikeluarkan jika peserta menjalani rawat inap. Namun bagi pasien rawat jalan untuk berobat biasa tidak dikenakan denda.

"Jadi harapan kami kepada masyarakat untuk bisa membayar tagihan iuran BPJS Kesehatan tepat waktu. Jangan biarkan menunggak lalu menumpuk. Tentu nantinya bakal kewalahan saat membayarnya, akhirnya mengeluh sana-sini hingga berdampak sendiri terhadap pelayanan kesehatan jika sakit. Karena kartu BPJS Kesehatan tidak bisa dipakai,"tukasnya.

(eri)

Baca juga: BPJS Kesehatan Hentikan Kerjasama Dengan RS Islam Ibnu Sina Panti

Baca juga: Ini Alasan BPJS Kesehatan Dorong Pemda Pasaman Tingkatkan Fasilitas RS Pratama

Berita Terkait

Baca Juga