Ayah dan Anak di Bukittinggi yang Tewas di Dalam Sumur Diduga Hirup Gas Beracun

Ayah dan Anak di Bukittinggi yang Tewas di Dalam Sumur Diduga Hirup Gas Beracun Proses evakuasi ayah dan anak yang reqas di dalam sumur di Bukittinggi, Sabtu (20/7/2019). Foto: Istimewa

Covesia.com - Diduga hirup gas beracun saat menggali sumur di lokasi salah satu rumah RT 03 RW 05 kelurahan Tarok Dipo, Kecamatan Guguak Panjang, belakang Istana Mie lama By pass Fly Over Bukittinggi, Sumbar menyebabkan ayah dan anak tewas di lokasi kerja, Sabtu (20/7/2019).

Menurut Kepala Markas PMI Bukittinggi, Ahmad Jaiz saat melakukan evakuasi korban dalam sumur mengatakan pihaknya mendapatkan informasi dari masyarakat jika seorang ayah dan anaknya masuk ke sumur pada pukul 13.30 WIB di kawasan tersebut.

"Mendapat informasi tersebut tim langsung turun ke lokasi dan mengevakuasi kedua korban. Tiga puluh menit kemudian kedua korban baru bisa dikeluarkan dari sumur," katanya.

Ia menerangkan, informasi kejadian tersebut didapat warga kalau ada korban yang terkapar dalam sumur yang tidak sadarkan diri ketika menggali sumur.

"Warga menelepon pihak-pihak terkait untuk mengevakuasi korban yang diperkirakan meninggal dunia dikarenakan keracunan gas," ucapnya.

Ia menambahkan, setelah dievakuasi kedua korban yang diketahui bernama Adek Emanson (45) dan anaknya Ipang (20) yang beralamat di Rajau Bukit Apit Bukittinggi itu memang sudah dalam kondisi tak bernyawa dan langsung dibawa ke rumah sakit Achmad Muchtar Bukittinggi.

"Informasi yang didapat kedua korban berada dalam sumur dengan kedalaman 13 meter dalam posisi duduk. Diduga korban keracunan akibat keracunan gas di samping korban juga memasukan satu unit jenset. Kemungkinan korban akan menguras air di dalam atau memperdalam galian sumur tersebut," terangnya.

Saat ini kedua korban telah berada di RSAM Bukittinggi untuk dilakukan visum yang selanjutnya kedua jenazah akan dibawa pihak keluarga ke rumah duka.

(deb/don)

Berita Terkait

Baca Juga