Ribuan Ubur-ubur Mati Terdampar di Sepanjang Pantai Kawasan Mandeh dan Sungai Pinang

Ribuan Uburubur Mati Terdampar di Sepanjang Pantai Kawasan Mandeh dan Sungai Pinang Tampak ribuan ubur-ubur yang mati terdampar di kawasan Mandeh dan Sungai Pinang, Kabupaten Pesisir Selatan (Foto: Istimewa)

Covesia.com - Ribuan ubur-ubur mati terdampr di sepanjang pantai Nagari Mandeh dan Sungai Pinang, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar).

Menurut informasi dari salah seorang warga setempat Elfi Mayuni (40) mengatakan, ribuan ubur-ubur terdampar di beberapa bibir pantai yang berpasir di Kawasan Mandeh dan Sungai Pinang.

"Ribuan ubur-ubur yang terdampar itu sudah mati, saat ini memenuhi bibir pantai kawasan mandeh," sebutnya saat dihubungi Covesia.com melalui via telepon, pada Jumat (9/8/2019)

Menurutnya, untuk kejadian ini memang tidak sekali pernah terjadi di garis pantai kawasan mandeh. Akan tetapi baru kali ini paling banyak ubur-ubur yang mati.

"Memang sebelumnya pernah ada ubur-ubur terdampar dan mati di bibir pantai, tapi tidak sebanyak ini, berkemungkinan sekarang lagi musimnya," ujarnya.

Kendati demikian, dengan kondisi matinya ribuan ubur-ubur di kawasan bibir pantai mandeh. Sejauh ini, belum ada dampak negatif akibat matinya ribuan ubur-ubur tersebut.

"Kalau untuk dampak sejauh ini belum ada, begitu juga dengan kunjungan wisatawan di kawasan mandeh," ucapnya

Secara terpisah, Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Sungai Pinang, M. Zein Dt Rajo Bangkeh membenarkan, memang benar ribuan ubur-ubur mati disepanjang bibir pantai di kenagarian Sungai Pinang.

"Benar, ribuan ubur-ubur mati terdampar di bibir pantai daerah kita," ungkapnya.

Menurut Ketua KAN menjelasakan, keberadaan ubur-ubur semenjak 15 hari lalu sangat banyak diperairan sungai pinang. Bisa jadi saat ini lagi musim ubur-ubur.

"Kalau untuk dampak pencemaran lingkungan yang menimbulkan busuk, memang tidak, dan kondisi saat ini juga tidak membahayakan masyarakat dan juga wisatawan," katanya.

Lanjutnya, saat ini, keberadaan ubur-ubur tersebut sudah mulai habis karna keberadaannya diperairan sudah mulai kurang.

"Sudah mulai habis, mungkin karna dibawa oleh air ketepian pantai," tutupnya.

Kontributor Pessel: Indrayen Putra

Berita Terkait

Baca Juga