Puluhan Hektare Lahan HPK di Pesisir Selatan Terbakar

Puluhan Hektare Lahan HPK di Pesisir Selatan Terbakar Anggota jajaran Kodim 0311 Pessel saat berusaha memadamkan api yang membakar lahan HPK di Lunang, Pesisir Selatan, Senin (12/8/2019)(Foto: Kodim 0311)

Covesia.com - Puluhan hektare lahan Hutan Konservasi Produksi (HPK) di Lunang, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar) terbakar.

Kebakaran hutan diketahui oleh jajaran Komando Distrik Militer 0311 Pesisir Selatan, yang terpantau melalui aplikasi Lapan Fire Hotspot, pada Sabtu sore (10/8/2019).

"Lahan yang terbakar berada di lokasi Hutan Konservasi Produksi, dimana hutan yang terbakar adalah lahan gambut. Karna lahan gambut api sangat sulit dipadamkan, sebab lahan itu sangat mudah terbakar," sebut Dandim 0311/Pessel Letkol Kav Edwin Dwiguspana pada wartawan Senin (12/8/2019).

Ia menerangkan, saat ini personilnya, dari Koramil 01/Pc Soal dan anggota unit inteldim lakukan pemadaman api di lokasi kebakaran lahan. 

"Untuk titik api saat ini belum bisa dipantau. Sebab, lahan yang terbakar lahan gambut yang menimbulkan asap tebal. Dan tim hanya berusaha memadamkan api dari gumpalan asap itu saja," jelasnya.

Ia menambahkan, selain dari titik api yang tidak terpantau, personil yang memadamkan api di lokasi juga terkendala dengan akses yang sulit.

"Medan menuju lokasi sangat sulit, dengan itu personil sangat kesulitan memadamkan api, ditambah lagi personil hanya bisa memadankan api dengan peralatan seadanya. Seperti, menggunakan ranting-ranting dan dedaunan yang ada dilokasi," ujarnya.

Lanjutnya, sejauh ini pihaknya tengah berupaya memadamkan api dan pihaknya juga telah melakukan koordinasi dengan pihak lain dalam upaya memadamkannya.

"Kita sudah berkoordinasi dengan pihak lain untuk memadamkan api. Sehingga nantinya api tidak menjalar lebih luas ke tempat lainnya," ucapnya.

Lanjutnya lagi, ia mengimbau kepada masyarakat terkushus bagi yang membuka lahan. Agar tidak melakukan pembakaran.

"Bagi masyarakat jangan biasakan membakar apabila ingin membuka lahan. Sebab, dampaknya sangat fatal," tutup Dandim.

Kontributor Pessel: Indrayen Putra

Berita Terkait

Baca Juga