Konflik Pembangunan RSUD M.Zein, Ini Tanggapan Mantan Bupati Pessel Darizal Basir

Konflik Pembangunan RSUD MZein Ini Tanggapan Mantan Bupati Pessel Darizal Basir Darizal Basir Anggota DPR RI Sumabar I dan mantan Bupati Pessel Periode 1995-2005.(Foto: Istimewa)

Covesia.com - Mantan Bupati Pesisir Selatan, Darizal Basir yang juga Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dapil Sumbar I menanggapi persoalan konflik  RSUD M.Zein yang baru di Kabun Taranak, Painan. 

Dimana, Anggota DPR RI asal Pessel itu, mengatakan, Bupati Hendrajoni harus melanjutkan pembangunan RSUD yang baru. Karena pembangunan rumah sakit tersebut, adalah infrastruktur dasar yang harus didukung. 

"Ya seharusnya bupati saat ini melanjutkan pembangunan RSUD. Dan antara Wakil Gurbernur Nasrul Abit dan Bupati Hendrajoni harus saling menghargai dan menghormati," sebutnya saat dihubungi wartawan, Selasa (13/8/2019) melalui via telepon

Dikatakannya lagi, bupati Hendrajoni mesti melanjutkan setiap pembangunan daerah yang terbengkalai. 

Selain RSUD, Hendrajoni juga harus menyelesaikan pembangunan lain yang terbengkalai. Seperti, Mandeh dan juga Islamic Center di Sago serta pelabuhan Penasahan.

"Seharusnya, Bupati sekerang mencoba menggerakkan sumber daya untuk penggerakan ekonomi. Contoh, pelabuhan kalau digarap itu kan bakal menjadi sumber ekonomi bagi masyarakat kita. Jangan alergi dong untuk melanjutkan pembangunan," ujarnya.

Kendati demikian, menurut Darizal Basir, setiap pembangunan yang ada di daerah harus berkelanjutan. Jika terkendala persoalan Amdal. Mestinya, Nasrul Abit dari provinsi membantu mengeluarkan izin Amdal itu.

"Sementara Hendrajoni juga jangan terlalu ngotot, seharusnya bertemulah secara baik-baik. Karna kalau tidak se iya sekata dalam membangun daerah, nantinya yang rugikan masyarakat kita," ujarnya.

Lanjutnya, ketika ditanyakan soal akan diadakannya, sidang terbuka dalam menyelesain kisruh pembangunan gedung RSUD itu. Dirinya menilai tidak perlu diadakan. Sebab, itu akan menambah persoalan.

"Tidak perlu ada sidang terbuka. Cukup diadakan saja pertemuan secara kekeluargaan antara kedua belah pihak dan jangan saling mencari kesalahan," tutupnya.

Kontributor Pessel: Indra Yen

(utr)


Berita Terkait

Baca Juga