Puluhan Petani di Perkebunan Cabe Solok Khidmat Gelar Upacara HUT RI ke 74

Puluhan Petani di Perkebunan Cabe Solok Khidmat Gelar Upacara HUT RI ke 74 foto: Angga/Covesia

Covesia.com - Merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia ke 74, puluhan petani di Nagari Aie Dingin, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok menggelar upacara bendera di perkebunan cabe. Upacara ini langsung dipimpin oleh Koordinator Wilayah (Korwil) Gerakan Pemuda Tani (Gempita) Sumbar, Nurkhalis sebagai pembina upacara.

Upacara yang digelar pukul 09.30 WIB ini sedikit berbeda dengan upacara bendera yang lain. Para petani yang menjadi peserta upacara, tetap membawa alat tani mereka seperti cangkul, sabit, dan penyemprot air. Sedangkan tiang bendera dari bambu yang ujungnya diruncingkan.

Walau tak ada penggerek benderanya, namun saat bendera telah dikibarkan. Spontan Nurkhalis memandu para petani menyanyikan lagi kebangsaan Indonesia Raya.

Kemudian, Nurkhalis mengamanatkan kepada para petani mencermati fenomena pertanian di Sunbar hari ini. Dimana bawang putih sedang langka dan harus import dari luar negeri. Hal ini harus ditindaklanjuti dengan melakukan giat menanam bawang putih di kebun-kebun petani.

"Rekan-rekan petani. Hari ini bawang putih di Aunbar tengah langka dan harus didatangkan dari luar. Alangkah bagusnya petani sekarang menanam bawang putih. Disamping dibutuhkan, harga jualnya sedang melambung dan bisa memberikan keuntungan kepada petani," kata Nurkhalis.

Ia juga mengatakan Gempita bersama Dinas Pertanian Pemprov Sumbar tengah menggalakkan kesejahteraan petani. Dengan membudidayakan bawang putih hari ini, selain mencegah adabya import hasil pertanian, bisa menekan inflasi negara disektor pertanian.

"Bangkitkan rasa nasionalisme kita sebagai petani disektor pertanian. Membudidayakan bawang putih hari in8 sudah menyelamatkan keuangan negara juga," jelasnya.

Selain itu, Nurkhalis berpesan kepada petani dan pemerintah untuk bekerja sama membangun pertanian di Sumbar. Caranya memberikan hak kepada petani untuk mengelola lahannya secara leluasa tanpa gangguan pihak swasta.

(Agg) 

Berita Terkait

Baca Juga