Lokasi Penyerangan Buaya Terhadap Warga di Agam, BKSDA: di Situ Adalah Habitatnya

Lokasi Penyerangan Buaya Terhadap Warga di Agam BKSDA di Situ Adalah Habitatnya Ilustrasi (Pixabay)

Covesia.com - Lokasi penyerangan buaya terhadap warga di Batang Anggang Nagari Bawan, Kecamatan IV Nagari, Selasa (20/8/2019) kemarin berada di habitatnya, hal itu dinyatakan oleh Balai Konservasi Sumber daya Alam (BKSDA), Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) usai melakukan pemantauan.

Kepala BKSDA Resor Agam Syahrial menyatakan, berdasarkan hasil pengamatan dan informasi dari masyarakat, di lokasi tersebut memang sudah menjadi tempat hidup buaya sejak dahulunya.

"Untuk penyebab penyerangan, diduga kuat buaya merasa terganggu dengan aktifitas warga, karena informasi dari masyarakat buaya tersebut 2 minggu terakhir baru menetaskan telur sehingga bersikap agresif," ujarnya saat di konfirmasi Covesia.com, Kamis (22/8/2019).

Terkait hal itu, BKSDA Agam mengimbau masyarakat tidak melakukan aktifitas di sekitar lokasi, hal itu mengingat bisa mengganggu habitat buaya serta mengancam keselamatan warga.

"Informasi dari masyarakat selama 3 tahun terakhir kasus penyerangan buaya kepada warga sudah terjadi 4 kali namun laporan masuk kepada BKSDA hanya 1 kali," lanjutnya.

Dalam waktu dekat ini BKSDA akan memasang plang peringatah agar tidak mendekati lokasi serta bekerja sama dengan pemerintah nagari untuk melakukan sosialisasi.

Sebelumnya diberitakan Suwardi (55) warga Jorong Pasar Bawan, Nagari Bawan, Kecamatan Ampek Nagari, Suwardi (55), digigit buaya muara saat mencari lokan di Sungai Batang Anggang.

Korban mengalami luka robek pada bagian dada, punggung dan tangan kanan, beruntungnya ia berhasil memberikan perlawanan dan melarikan diri pulang.

Melihat kondisi Suwardi Warga langsung membawa ke Puskesmas Bawan, dan dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lubuk Basung. Menanggapi Laporan tersebut BKSDA Sumbar langsung melakukan peninjauan lokasi serta penyebab buaya bersifat agresif.

(han/don)

Berita Terkait

Baca Juga