Rawan Bencana, Ribuan Santri Ponpes Sumatera Thawalib Agam Dibekali Pengetahuan Bencana

Rawan Bencana Ribuan Santri Ponpes Sumatera Thawalib Agam Dibekali Pengetahuan Bencana Ribuan Santri Ponpes Sumatera Thawalib Parabek Agam Dibekali Pengetahuan Simulasi Bencana oleh BPBD Agam, Kamis (22/8/2019)(Foto: Ist)

Covesia.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agam, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) berikan sosialisasi tanggap bencana kepada 2.036 orang Santri dan santriwan serta majelis guru Pondok Pesantren Sumatera Thawalib Parabek Kecamatan Banuhampu, Kamis (22/8/2019).

Kalaksa BPBD Agam M Luthfi AR didampingi Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Yunaidi.S menjelaskan tentang keadaan dan situasi bangunan baru sekolah yang memiliki 5 tingkat dan memiliki banyak penghuni sehingga jika terjadi bencana seluruh siswa dan majelis guru sudah tau apa yang akan di lakukan

"Kecamatan Banuhampu memiliki potensi bencana gempa dan tanah longsor, tidak hanya itu lokasi sekolah juga berada tidak jauh dari gunung Marapi, jadi perlu rasanya sekolah memiliki pengetahuan tentang kebencanaan," ujarnya saat di konfirmasi Covesia.com.

Selain sosialisasi Kebencanaan, BPBD Agam juga memberikan pelatihan evakuasi mandiri kepada santri. Sehingga jika terjadi bencana mereka sudah mengetahui evakuasi dan pertolongan apa saja yang harus diberikan kepada warga sekolah. "Untuk evakuasi mandiri kita akan memberikan pelatihan dalam beberapa kali pertemuan dengan para santri," terangnya.

Hal senada juga diungkapkan Pimpinan Pondok Sumatera Thawalib Parabek Buya H. Masrur Syahar, dikatakannya, biasanya jika terjadi gempa siswa panik apalagi yang berada dilantai atas akan sulit melakukan menyelamatkan diri, mereka akan rebutan menuruni tangga sehingga bisa membahayakan.

"Kami berterimakasih atas kunjungan dan program pemerintah yang berkaitan langsung dengan masyarakat terutama pentingnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam penanggulangan bencana. Ini mengingat madrasah Parabek warga santrinya yang cukup banyak segingga perlu  semacam pelatihan simulasi evakuasi mandiri siswa dan guru," ungkapnya.

Ia berharap jika terjadi bencana, siswa bersama majelis guru bisa bersinergi, serta jika terjadi insiden kebencanaan mereka bisa gerak cepat agar bisa meminimalisir korban jiwa.

(han/don)


Berita Terkait

Baca Juga