Tingkatkan SDM Pedesaan, Pemkab Mentawai Kirim Puluhan Mahasiswa ke Yogyakarta,

Tingkatkan SDM Pedesaan Pemkab Mentawai Kirim Puluhan Mahasiswa ke Yogyakarta Ilustrasi (pixabay)

Covesia.com - Sebanyak 86 calon mahasiswa akan di kirim Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mentawai untuk menuntut Ilmu di Yogyakarta, puluhan calon mahasiswa merupakan putra putri terbaik dari 43 desa di Mentawai yang akan mengeyam pendidikan di Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa (STPMD) "APMD" Yogyakarta pada tahun 2020 melalui program beasiswa. 

Program beasiswa tersebut sebelumnya diawali dengan kunjungan Bupati Kepulauan Mentawai Yudas Sabaggalet pada bulan Maret 2019 lalu saat memberikan kuliah umum di sana. 

"Untuk menjawab kurangnya Sumber Daya Manusia (SDM) di pedesaan Mentawai, pihak kampus merespon bersedia membangun kerjasama dengan mendatangkan mahasiswa dari Kepulauan Mentawai untuk kuliah di  (STPMD) "APMD" Yogyakarta melalui MOU yang akan dijalankan 2020 nanti," ungkap Rijel Samaloisa (mantan Wabup Mentawai) salah satu dosen kampus APMD Yogyakarta di Tuapejat kecamatan Sipora utara, Jumat (23/8/2019). 

Untuk program studi (prodi) di STPMD "APMD" Yogyakarta, calon mahasiswa ini diberikan pilihan sendiri, diantaranya prodi Pembangunan Masyarakat Desa (D3), prodi Ilmu Komunikasi (S1), prodi Ilmu Sosiatri (S1), prodi Ilmu Pemerintahan (S1), dan Magister Ilmu Pemerintahan (S2). 

"Keunggulan kampus spesifikasinya memang desa dan terlibat dalam perancangan UU yang memberikan hak politik pada desa untuk menyusun pola kebijakan dan anggaran pembangunan masing-masing tanpa intervensi pemerintah sehingga perencanaan sinkron dengan kondisi di desa," tutur Rijel. 

Selain itu, kata Rijel, karena kampus ini terdiri dari mahasiswa majemuk, mereka bisa belajar beragam budaya dan hidup berdampingan dalam kebhinekaan serta memiliki jaringan yang banyak untuk saling melengkapi. 

Menurutnya, jika desa maju maka negara bisa maju. "Sesuai visi misi Presiden RI Jokowi, membangun negeri dari pinggiran," ungkapnya.

Para mahasiswa yang menerima beasiswa dari Pemkab Mentawai, setelah tamat akan diboyong kembali ke kampung halaman masing-masing untuk membangun daerahnya. 

"Nanti, masing masing desa akan mengutus kandidatnya yang baru tamat sekolah dan menurut penilaian desa mampu. Kemudian akan diseleksi lagi pihak kampus di Tuapejat," ujar Motisokhi Hura, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Mentawai. 

"Alokasi dana kita anggarkan dari Pemkab atau pun dari ADD (Alokasi Dana Desa) yang secara regulasi dimungkinkan untuk membangun SDM desa," terang Motosokhi. 

Reporter Mentawai: Kornelia Septin Rahayu

Berita Terkait

Baca Juga