Kasus Penyalahgunaan Narkoba di Tanjung Raya Agam Turun

Kasus Penyalahgunaan Narkoba di Tanjung Raya Agam Turun Kapolres Agam, AKBP Ferry Suwandi S.Ik (Dok.Covesia)

Covesia.com - Kasus Penyalahgunaan Narkoba di Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menurun selama 2 tahun terakhir.

Kapolres Agam, AKBP Ferry Suwandi S.Ik didampingi Kanit Satbinmas Iptu Akhirrudin mengatakan, untuk tahun 2017 kasus Narkoba di Kecamatan Tanjung Raya sebanyak 17 kasus, hal itu menjadikan daerah yang memiliki Danau Maninjau itu sebagai daerah darurat Narkoba. "Atas kasus itu Tanjung Raya menjadi perhatian khusus dari kami pihak kepolisian," ujarnya saat dikonfirmasi Covesia.com, Sabtu (24/8/2019).

Dijelaskan Kapolres Agam, Kecamatan Tanjung Raya dimanfaatkan oknum yang tidak bertanggung jawab sebagai lokasi penyimpanan Narkoba, kemudian melakukan transaksi ke daerah lain.

"Mereka mengira daerah itu jauh dari pantauan Polisi dan cukup aman untuk menyimpan Narkoba. Tentunya kami sudah mengantisipasi hal tersebut terbukti dengan banyaknya pengungkapan dan pelaku yang diamankan mayoritas warga luar Agam atau pemain lama yang sudah pernah berurusan dengan hukum atas kasus yang sama," terang AKBP Ferry Suwandi S.Ik.

Berbagai hal dilakukan untuk menekan angka penyalahgunaan Narkona di daerah setempat,  diantaranya memasukkan mata pelajaran bahaya Narkoba ke dalam kurikulum sekolah, membentuk kelompok pemuda anti Narkoba serta sosialisasi dengan menggandeng pemerintah nagari dan kecamatan.

Saat ini sudah ada 8 sekolah menengah pertama dan menengah atas yang memasukkan Mata pelajaran Bahaya narkoba kedalam kurikulum sekolah, diantaranya SMKN 1, SMAN 1, SMPN 1, SMPN 2, MTsN 11 Agam, Ponpes MTI Bayur, Ponpes Hamka serta MAN 1 Agam. Target kita seluruh sekolah sudah memasukkan kurikulum Bahaya Narkoba.

"Kita memberikan daya tangkal dengan membentengi pengetahuan bahaya Narkoba kepada pelajar dan masyarakat, sehingga mereka sudah memahami dampak barang tersebut serta bisa mengajak teman-teman dan tetangga untuk menjauhinya," ungkapnya.

Menurutnya, penguatan masyarakat dengan pengetahun Narkoba cukup efektif hal itu terlihat dari berkurangnya kasus penangkapan 2 tahun kemudian. "Tahun 2018 kasus Narkoba dari 17 turun menjadi 8 kasus, dan tahun 2019 ini baru 6 kasus. "Program Polisi cukup membuahkan hasil tentunya ini akan kita kembangkan keseluruh kecamatan di wilayah hukum Polres Agam," pungkasnya.

(han/don)

Berita Terkait

Baca Juga