Seekor Beruang Madu Kembali Dilaporkan Terjerat di Kebun Sawit Warga Pasbar

Seekor Beruang Madu Kembali Dilaporkan Terjerat di Kebun Sawit Warga Pasbar Foto Kondisi Seekor Beruang Madu yang terjerat di kebun sawit milik warga di Jorong Sungai Janiah, Nagari Talu, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat pada (24/8) kemaren. (Dok. BKSDA)

Covesia.com - Seekor Beruang Madu kembali dilaporkan terjerat di kebun sawit milik warga di Jorong Sungai Janiah, Nagari Talu, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat.

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resor Pasaman, Ade Putra kepada Covesia.com, Minggu (25/8) mengatakan Beruang Madu betina itu diperkirakan berusian sekitar dua Tahun.

"Jerat ini sebelumnya dipasang pemilik kebun sawit untuk menangkap hama Babi yang sering mengganggu tanaman warga sekitar. Namun saat Beruang Madu betina melintas didaerah itu terjerat pada bagian kaki sebelah kanan pada (24/8) kemaren,"kata Ade Putra.

Usai mendapati laporan tersebut kata dia, Tim BKSDA langsung mendatangi lokasi kejadian bersama dengan petugas medis kesehatan hewan dari Puskeswan Simpang Empat, Pasaman Barat.

"Upaya penyelamatan dilakukan dengan melakukan pembiusan melalui tembakan sumpit. Setelah dilakukan observasi oleh petugas medis dan dipastikan tidak mengalami cedera serius, selanjutnya satwa tersebut digiring menuju kawasan hutan lindung Tonang Talu tempat habitatnya semula,"katanya.

Berdasarkan keterangan dari warga setempat kata dia, masih ada satu ekor lainnya yang berada disekitar tempat satwa dilindungi tersebut terjerat.

"Memang saat upaya pelaksanaan penyelamatan sedang dilakukan, petugas sempat mendapatkan gangguan dari individu beruang lainnya. Namun dapat diantisipasi dengan mengusirnya menggunakan suara bunyi-bunyian,"tambahnya.

Kejadian ini kata dia merupakan kasus kedua yang terjadi di Pasaman Barat dalam kurun waktu dua bulan terakhir.

"Sebelumnya pada bulan Juli 2019 lalu, BKSDA Resor Pasaman juga melakukan evakuasi terhadap satwa beruang yang terjerat dipasang warga di Nagari Kajai, Kecamatan Talamau, Pasaman Barat. Satwa tersebut juga sudah kita evakuasi ke kawasan hutan lindung Tonang Talu tempat habitatnya semula,"ungkapnya.

Padahal kata dia, sesuai Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, setiap orang dilarang melakukan menangkap, membunuh, melukai, memiliki, menyimpan, mengangkut, memelihara dan memperniagakan satwa dilindungi. 

"Baik dalam keadaan hidup atau mati dengan ancaman pidana maksimal 5 tahun dan denda 200 juta rupiah. Tetapi kita lihat, warga memang tidak sengaja untuk menjerat Satwa yang dilindungi tersebut. Kami juga sudah memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk bersama-sama melindungi satwa langka tersebut,"tutupnya.

(Heri)

Berita Terkait

Baca Juga