Mengenang Mestika Zed, Meninggal Dunia di Tengah Pengerjaan Buku Minangkabau Kuno

Mengenang Mestika Zed Meninggal Dunia di Tengah Pengerjaan Buku Minangkabau Kuno Prof Dr. Mestika Zed (unp.ac.id)

Covesia.com - Kepergian sejarawan Indonesia asal Sumatera Barat, Prof. Dr. Mestika Zed untuk selama-lamanya ternyata berimbas pada beberapa penulisan sejarah penting di Sumatera Barat bersama sejarawan Sumatera Barat lainnya. Ternyata guru besar Universitas Negeri Padang ini tengah mengerjakan buku tentang Sejarah Minangkabau Kuno dan tokoh nasional Inyiak Canduang, Asal Kabupaten Agam.

Untuk penulisan sejarah Minangkabau kuno ini mengikutsertakan tiga sejarawan Sumatera Barat lain yaitu Prof Suryadi, Prof. Gusti Asnan dan Hasril Chaniago. Penulisan untuk buku Minangkabau kuno ini sendiri hampir rampung setelah melakukan penelitian setahun lebih.

“Sudah satu tahun lebih kami meneliti seluk beluk sejarah Minangkabau Kuno dan hampir rampung. Tapi Allah SWT berkehendak lain dan memanggil leader kami untuk menghadap sebelum buku ini rampung 100 persen. Sekarang, pak Gusti Asnan yang menjadi Leader dalam penulisan buku ini,” Sebut Hasril Chaniago kepada Covesia.com Minggu (1/09/2019) malam.

Disebutkan Hasril, Sejarah Minangkabau Kuno ini merupakan gagasan dari Almarhum Mestika Zed. Beliau menyadari bahwa sampai saat ini penulisan tentang Minangkabau Kuno sangat minim. Terlebih dari masa Purbakala hingga menjelang masuknya Islam. Alhasil, banyak cerita rakyat yang terimprovisasi untuk kepentingan sentralistik yang sangat berbahaya untuk sejarah Minangkabau itu sendiri.

“Pak Mestika inisiator buku ini. Dan akan menjadi karya terakhir beliau sebagai bakti untuk Minangkabau. Apalagi beliau juga putra Minang,” jelas Hasril.

Kemudian tanggal 13 Agustus 2019 silam, Hasril sempat diminta untuk menghadap untuk merancang penulisan buku biografi Inyiak Canduang, seorang ulama besar yang memiliki kontribusi besar bagi perjuangan kemerdekaan Indonesia dan Perkembangan Islam di Sumatera Barat. Sekaligus membantu Pemkab Agam untuk mengusulkan Inyiak Canduang sebagai Pahlawan Nasional RI.

“Kami juga akan membuat biografi Inyiak Canduang. Semua rancangan tulisan sudah selesai. Tinggal observasi lapangan, studi literature dan penelitian. Untuk penulisan Inyiak Canduang ini akan tetap berlanjut karena sudah menjadi amanah dari Almarhum kepada saya,” ucapnya.

Sebelumnya, Prof. Dr. Mestika Zed telah mengeluarkan empat buah buku bersama Hasril Chaniago yang diantaranya Sumatera Barat Dalam Panggung Sejarah, Perlawanan Seorang Pejuang (Biografi Ahmad Hussein-PRRI), Sejarah Semen Padang, dan Biografi Rohana Kudus.

(agg)

Berita Terkait

Baca Juga