Senator Emma Yohanna Sesalkan Perbuatan Homoseksual Oknum Dosen di Kota Padang

Senator Emma Yohanna Sesalkan Perbuatan Homoseksual Oknum Dosen di Kota Padang Anggota DPD RI, Emma Yohanna (Dok.Covesia)

Covesia.com - Senator asal Sumatera Barat, Emma Yohanna sangat menyesalkan perbuatan Homoseksual dari pasangan Gay oknum Dosen dengan Mahasiswa dari sebuah perguruan tinggi di Kota Padang, yang digerebek warga, pada Sabtu (31/8/2019) kemarin.

"Sangat miris kalaulah seorang Dosen sendiri yang berbuat. Ditengah pemerintah dihadapkan pada masalah pengentasan penyakit Lesbian Gay Biseksual dan Transgender (LGBT) ini. Dosen itukan orang yang terdidik, seharusnya memberi dan menjadi contoh terdidik untuk Mahasiswanya maupun masyarakat," ujar Emma Yohanna ketika dihubungi Covesia.com, Rabu (4/9/2019).

Menurut Emma Yohanna, dari kasus tersebut mengingatkan semua pihak untuk lebih dioptimalkannya pengawasan disemua lini. Pihak perguruan tinggi tersebut juga harus bertindak tegas kepada pelaku dalam kejadian ini.

"Kemudian harus diperbanyak sosialisi untuk menanamkan pemahaman ketengah-tengah masyarakat. Disamping itu melibatkan Mahasiswa di kampus-kampus bahwa penyakit ini menyimpang dan harus dihindari, jangan dijadikan gaya hidup," katanya.

Sebab dalam penyakit LGBT ini bersumber dari dua sumber yaitu memang secara Gen ada potensi kearah LGBT dan lewat pergaulan. "Orang yang biasa-biasa saja jika bergaul dengan lingkungan mereka sangat mudah terpengaruh. Karena mereka menganggap perilaku LGBT ini sebagai style, fashion, trend dan gaya hidup. Kemudian kita lihat saat ini sangat terbuka di media sosial, tempat umum perilaku mereka terekspose. Maka kami minta stakeholder yang berkompeten dalam hal ini untuk dilakukan pengawasan dengan ketat," tegasnya.

Dirinya juga meminta seluruh Pemerintah Daerah di Sumatera Barat untuk memperkuat peraturan daerah yang mengatur secara khusus penanganan masalah LGBT ini.

"Kami juga di DPD RI akan menjadikan kasus ini sebagai kajian khsusus tentang upaya pengentasannya dengan melibatkan sejumlah stakholder. Tetapi dalam hal ini bukan saja dalam penindakan, tetapi harus ada pola yang tepat lewat pendekatan kepada komunitas ini. Memberikan edukasi, pemahaman dan penyadaran. Agar penyakit menyimpang ini tidak terus berkembang," katanya.

Disamping itu masyarakat juga diminta untuk tidak memberikan ruang yang bisa mengembangkan bibit LGBT ini diberbagai sektor kegiatan keramaian.

"Komunitas LGBT ini kita lihat banyak tampil di acara publik dan kesenian. Malah terkadang kita akui menjadikan ini sebagai tontonan konsumsi kita. Akan tetapi tanpa disadari, ini juga sudah memberikan mereka ruang untuk berkembang," tutupnya.

Namun kata dia perlu dipahami bahwa jangan sampai menjadikan komunitas LGBT ini sebagai musuh bersama.

"Mereka juga manusia biasa. Kalau dimusuhi, komunitas ini akan semakin buas dan merasa bersaing dengan kita. Sebab, kemaren saya juga mendengar ada wacana 'Niniak Mamak' sebagai pemangku adat untuk membuang dari keluarga. Saya juga tidak sepakat dalam hal ini. Tetaplah dirangkul dan diberikan pemahaman," tambahnya.

(eri/don)

Berita Terkait

Baca Juga