Isak Tangis Keluarga Pecah saat Jenazah Korban Kerusuhan Wamena Tiba di Rumah Duka

Isak Tangis Keluarga Pecah saat Jenazah Korban Kerusuhan Wamena Tiba di Rumah Duka Isak Tangis Keluarga Pecah saat Jenazah Korban Kerusuhan Wamena Tiba di Rumah Duka, Kamis (26/9/2019)(Foto: Indrayen)

Covesia.com - Dua jenazah korban rusuh di Wamena Papua, tiba dirumah duka yang berada di Kampuang Limpaso, Nagari Taluak Limpaso, Kecamatan Batangkapas, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar) sekitar pukul 19.00 WIB, isak tangis dan haru pihak keluarga mewarnai detik-detik kedatangan jenazah di rumah duka.

Pantauan Covesia.com di lapangan, puluhan keluarga korban dan warga sekitar dari siang tadi sekitar pukul 13.00 WIB, sudah berdatangan ke rumah duka Nofriyanty (40) dan anaknya Ibnu (8) yang menjadi korban kerusuhan di Wamena, Papua.

Antusias kedatangan tersebut, bertujuan menyambut kedatangan korban. Karna dikabarkan hari ini korban sampai di rumah duka.

"Kabarnya jenazah sudah sampai di Bandara Internasional Minang Kabau Padang, sekitar pukul 16.00 WIB tadi, sekarang kita lagi menunggu," sebut salah seorang warga Izal (36) yang menunggu dari tadi siang di rumah duka.

Sekitar pukul 18.58 WIB suara sirene mobil pembawa jenazah terdengar di rumah duka. Saat mendengar sirene mobil itu, puluhan keluarga sudah berada di luar rumah untuk menyambut kedatangan jenazah. 

Beberapa dari keluarga mulai teriak histeris dan menangis, ketika mendengar suara sirene rombongan mobil pembawa jenazah itu.

Diketahui, rombongan mobil Ambulans membawa jenazah sampai pertama, dipimpin oleh mobil Patwal kepolisian yang berada di depan, serta mobil Bupati Hendrajoni dengan BA 1 G,  tepat di belakang mobil Bupati, empat mobil ambulans pembawa jenazah, dan dibelakangnya diiringi mobil dari beberapa dinas Pemkab dan rombongan keluarga yang sempat ikut.

Saat rombongan sampai beberapa orang keluarga laki-laki langsung mengejar mobil ambulans dan menyambut dua korban yang diturunkan pertama di rumah duka Taluak, Batangkapas, dan duanya lagi ke Kecamatan Lengayang.

Awal kedatangan tersebut, terdengar teriakan suara dan tangis oleh beberapa orang ibu-ibu, sambil mengucapkan "ondeh yo malang nasib kau piek, baa kok mode iko bana nan tibo dikau" (Sungguh malang dirimu, kenapa harus seperti ini nasib yang engkau tempuh) dengan teriakkan, dan diantara ibuk-ibuk itu juga ada yang langsung tidak sadarkan diri.

Tangisan tidak hanya terdengar dari kaum ibuk-ibuk yang menanti kedatangan jenazah korban. Tapi tangisan juga datang dari seorang bapak-bapak yang diduga itu Bapak korban Malin (65)

"Yang menangis teriak itu, ibu korban Iyu (60) dan juga kakak dan adik sepupu korban," ungkap salah seorang warga Rafi (24) yang menunggu kedatangan jenazah.

Dua jenazah ibu dan anak yang berada di Batangkapas pertama sampai di rumah duka dan duanya lagi langsung dibawah ke Kecamatan Lengayang, setelah diserahkan sambutkan oleh Bupati Hendrajoni.

Tangisan masih terdengar disela-sela kata sambutan Bupati Hendrajoni, baik dari keluarga maupun dari pihak warga yang melayat ke rumah duka.

Dari informasi awal yang diterima Covesia.com di lapangan, kabarnya korban langsung dikebumikan malam ini ditempat pemakaman umum keluarganya di Kampuang Taluak.

Kontributor: Indrayen Putra

Berita Terkait

Baca Juga