Penumpang TransPadang Diturunkan karena Tak Punya Brizzi Melapor ke Ombudsman

Penumpang TransPadang Diturunkan karena Tak Punya Brizzi Melapor ke Ombudsman Reno Fernandes (dua kiri) melapor ke Ombudsman RI perwakilan Sumbar. Foto: M Iqbal

Covesia.com - Penumpang TransPadang, Reno Fernandes yang diturunkan karena tidak memiliki kartu Brizzi melapor ke Ombudsman Republik Indonesia (RI) perwakilan Sumatera Barat (Sumbar).

Reno menilai, pemerintah kota "kaku" karena menerapkan satu metode pembayaran pada transportasi publik. Menurutnya tak semua masyarakat memiliki kartu Brizzi. Dia meminta, Dinas Perhubungan Kota Padang mengevaluasi metode pembayaran tersebut. 

"Jangan kaku dengan satu metode pembayaran non tunai menggunakan kartu Brizzi. Seharusnya ada metode lain agar masyarakat bisa menggunakan TransPadang," katanya kepada wartawan usai membuat laporan ke Ombudsman RI perwakilan Sumbar, Senin (14/10/2019). 

Dosen di Universitas Negeri Padang (UNP) ini menyebutkan, masyarakat tentunya akan keberatan dengan membayar Rp 30 ribu dengan saldo Rp 9 ribu. Karena penggunaan kartu Brizzi tidak bisa digunakan untuk semua toko. 

"Pantas saja omzet TransPadang meningkat, karena penumpang harus memiliki kartu Brizzi, saya ingin pemerintah jangan berpikir bisnis untuk masyarakat, harus ada evaluasi terkait permasalahan ini," ujarnya. 

Sementara itu, Kepala Keastinenan Penerimaan dan Verifikasi Laporan Ombudsman RI perwakilan Sumbar, Yunes Herman menerangkan, pihaknya akan mengkaji ulang terkait laporan yang disampaikan.

"Kami segera minta klarifikasi kepada pihak Dishub," sebutnya. 

Yunes menuturkan, laporan tersebut akan diserahkan ke tim pemeriksaan untuk ditindaklanjuti. "Kami akan pelajari lebih lanjut, apakah adanya maladministrasi terkait soal ini," katanya.

Reno Fernandes mendatangi kantor Ombudsman RI perwakilan Sumbar pukul 14.00 WIB bersama beberapa mahasiswa yang ikut mengkritisi polemik yang dialami oleh Dosen UNP ini. Laporan Reno akan segera ditindaklanjuti oleh lembaga pengawas penyelenggaraan pelayanan publik itu.

Kontributor: M Iqbal

Berita Terkait

Baca Juga