Ekonomi Berharap Anak-anak Sijantang Bisa Kembali Olahraga Tanpa Hirup Abu PLTU

Ekonomi Berharap Anakanak Sijantang Bisa Kembali Olahraga Tanpa Hirup Abu PLTU Cerobong asap PLTU Ombilin, Sawahlunto. Foto: Covesia/ Laila Marni

Covesia.com - Masyarakat Desa Sijantang Koto, Kota Sawahlunto, Sumbar, berharap bisa kembali menghirup udara bersih, udara yang bebas dari paparan abu PLTU. Mereka sudah terlalu lama menghirup udara yang membahayakan kesehatan.

Seorang guru olahraga SDN 19 Sijantang Koto, Ekonomi, ingin bisa kembali mangajak anak didiknya berolahraga di lapangan terbuka tanpa menghirup udara yang terpapar abu PLTU Ombilin.

Baca: ''Kami Ditikam Polusi'' Aksi LBH Padang Bersama SDN 19 Sijantang Sawahlunto

"Karena kualitas udara seperti ini, saya tidak pernah mengajak anak-anak untuk berolahraga di lapangan," ungkapnya.

Lebih lanjut, Ekonomi mengatakan biasanya ia membawa anak-anak berjalan sejauh 1 km dan kembali ke sekolah.

"Kalau dipaksakan olahraga di lapangan tidak baik untuk kesehatan mereka," jelasnya.

Baca : Berikut Bahaya Abu PLTU Ombilin yang Dihirup Masyarakat Sijantang

Sementara itu, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padang berkomitmen untuk membantu masyarakat Desa Sijantang Koto Kecamatan Talawi Sawahlunto bebas dari abu PLTU Ombilin.

"Saat ini kami berusaha mengumpulkan bukti-bukti nyata dari masyarakat setempat mengenai udara yang buruk akibat abu yang keluar dari cerobong PLTU Ombilin," ungkap Direktur LBH, Wendra saat diwawancara wartawan, Kamis (17/10/2019).

Baca juga : Terpapar Abu PLTU Ombilin, Walimurid SDN 19 Sijantang Khawatir

Wendra mengatakan, LBH berusaha untuk mempersiapkan uji kualitas udara di sekitaran desa Sijantang Koto.

"Namun, kendalanya adanya kabut asap, jadi tidak bisa dipastikan udara tercemar akibat asap atau abu," terangnya.

Lebih lanjut katanya, LBH sedang mengupayakan adanya pemeriksaan kesehatan anak-anak secara keseluruhan. Dia menyebutkan, masyarakat pernah periksa kesehatan, namun tidak mengetahui hasil pemeriksaan tersebut. 

"Sejauh ini kita baru menduga-duga, adanya indikasi penyakit paru pada 70 persen anak-anak yang disampaikan oleh ikatan dokter Indonesia pada 2017 lalu. Kita ingin up date situasinya sekarang," ujarnya.

Wendra pun mengatakan, tujuan LBH sekarang adalah fokus pada kesehatan anak-anak.

"Harus ada tindakan nyata untuk menyelamatkan aset bangsa ini," pungkasnya.

Kontributor: Laila Marni

Berita Terkait

Baca Juga