Disperindagkop dan UKM Kota Pariaman Ingin Tiap Desa Ciptakan Satu Produk

Disperindagkop dan UKM Kota Pariaman Ingin Tiap Desa Ciptakan Satu Produk Kepala Disperindagkop dan UKM Kota Pariaman, Gusniyetti Zaunit

Covesia.com - Dalam pelatihan batik tulis yang diadakan oleh Balai Diklat Industri (BDI) Kota Padang, di Dusun Sampan, Desa Punggung Lading, Kecamatan Pariaman Selatan, Kota Pariaman. Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM) di kota, mendorong pembatiknya lebih utamakan motif tabuik.

"Sebab hal itu guna untuk mengangkat dan menghidupkan kembali batik sampan yang sudah lama hilang dengan desain dan motif khas Pariaman yaitu tabuik," sebut Kepala Disperindagkop dan UKM Kota Pariaman, Gusniyetti Zaunit, Senin (21/10/2019).

Lanjut Gusniyetti, yang jelas apapun motif yang dibuat oleh pesertanya, harus bisa mengolaborasi dengan motif batik tabuik.

Gusniyetti menyebutkan, pelatihan itu sudah berlangsung mulai dari tanggal 10 sampai 30 Oktober 2019 mendatang. Sebanyak 40 orang peserta mengikutinya, yaitu dari perajin yang bertempat tinggal di Dusun Sampan dan ada beberapa peserta dari Kecamatan Pariaman Selatan.

"Sekarang dalam pelatihan ini, kami fokuskan di Kecamatan Pariaman Selatan dulu. Sebab lahirnya batik sampan yaitu di daerah tersebut," sebutnya.

Kemudian kata Gusniyetti, tidak menutup kemungkinan juga akan dikembangkan di daerah lain yang ada di Kota Pariaman.

"Yang jelas kedepan kami menginginkan satu desa satu produk. Hal itu untuk mendorong tumbuhnya perekonomian masyarakat desa," katanya.

Maka setiap desa didorong untuk menemukan dan mengembangkan satu produk unggulan yang mempunyai ciri khas yang berbeda dengan produk dari desa lainnya. 

Kontributor: Peri Musliadi

Berita Terkait

Baca Juga