Ketua BNK: Tiga Pegawai Lapas Kota Pariaman Dinyatakan Positif Menggunakan Obat

Ketua BNK Tiga Pegawai Lapas Kota Pariaman Dinyatakan Positif Menggunakan Obat Foto: Kalapas Pariaman, Pudjiono Gunawan (Foto: Perimusliadi)

Covesia.com - Hasil tes urine seluruh jajaran pegawai Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Pariaman, sudah diserahkan oleh Badan Narkotika Kota (BNK) Pariaman. Dari hasil tersebut setidaknya ada tiga orang petugas yang dinyatakan positif menggunakan obat.

"Hari ini, Rabu (23/10/2019), saya datang langsung ke Lapas Pariaman,  menyampaikan hasil tes urine yang telah dilakukan beberapa waktu lalu itu," sebut Ketua BNK Pariaman, Mardison Mahyuddin, di Lapas IIB Karan Aur Pariaman, pada Rabu (23/10/2019).

Lanjut Mardison, untuk hasilnya sudah diserahkan langsung kepada kepala lapas dalam kondisi masih tersegel.

"Sebagai ketua BNK, saya telah melakukan semua prosesnya. Mulai dari tes urine hingga memperoleh hasilnya. Tapi kalau untuk penyampaian hasil itu merupakan kewenangan dari kepala lapas," ucap Mardison.

Dikatakan Mardison, sebab itu adalah institusi lapas, maka yang berhak menyampaikan itu adalah kepala lapasnya.

"Kami hanya melakukan proses tes urine saja, dan hingga hasilnya keluar. Setelah itu diserahkan ke pihak lapasnya," katanya.

Sementara itu, Kalapas Pariaman, Pudjiono Gunawan membenarkan hal tersebut. "Iya benar saya telah menerima hasilnya, dan juga sudah membukanya," ujarnya.

"Memang ada pegawai yang positif, tetapi itu positif menggunakan obat. Sama halnya dengan pemeriksaan sebelumnya ada pegawai kami yang positif mengukan obat, itu ada tiga orang yang positif, ada yang minum obat karena sakit," sebut Pudjiono.

Dikatakan Pudjiono, untuk pegawai ini, sebelumnya memang sudah melapor, kalau yang bersangkutan sedang mengosumsi obat.

Diketahui sebelumnya, pemeriksaan tersebut dilakukan untuk menepis isu masyarakat, bahwa mengatakan di Lapas Klas IIB Pariaman ini banyak terjadi transaksi barang-barang haram tersebut.

Selain itu, tes urine dilakukan karena Pemerintah Kota (Pemkot) Pariaman, ingin membersihkan narapidana lapas itu dari narkoba. Jadi sebelum itu dilakukan, maka harus dulu membersihkan staf pegawai lapasnya.

Kontributor: Perimusliadi

Berita Terkait

Baca Juga