Soal Kepemilikan Tanah, Belasan Pohon Pisang Ditanam di Halaman SD 10 Tandikek-Padang Pariaman

Soal Kepemilikan Tanah Belasan Pohon Pisang Ditanam di Halaman SD 10 TandikekPadang Pariaman Belasan pohon pisang yang ditanam oleh pemilik tanah di halaman SD 10 Tandikek, Padang Pariaman beberapa waktu yang lalu (Foto: Istimewa)

Covesia.com - Hal berbeda terjadi di halaman Sekolah Dasar (SD) 10 Puncuang Anam, Nagari Tandikek, Kecamatan Patamuan, Padang Pariaman. Kenapa tidak, belasan pohon pisang ditanami di halamannya oleh pemilik tanah tempat berdirinya sekolah.

Kejadian itu sehingga menjadi perbincangan masyarakat setempat, bahkan menjadi tren di berbagai Media Sosial. 

Terkait persoalan itu, Kepala Sekolah SD 10 tersebut, Tasmi mengatakan, tanaman pisang sekitar belasan batang itu ditanam oleh pemilik lahan pada 22 Oktober 2019 lalu. 

"Jadi sudah sejak tiga Minggu yang lalu pohon pisang itu ditanam. Sebenarnya untuk proses belajar mengajar tidak terganggu," kata Tasmi, pada Senin (18/11/2019).

Lanjut Tasmi, namun ini hanya menggangu aktivitas seperti upacara bendera dan olahraga. Sebab lapangan sekolah itu sudah dipenuhi tanaman pisang.

Dikatakan Tasmi, terkait masalah itupun, sampai saat sekarang juga belum ada dari pihak siswa yang datang untuk menyoalkan permasalahan itu. 

"Sampai sekarang, belum ada orang tua murid pun yang datang. Tapi kami sudah melaporkannya ke pihak dinas, dan mereka juga sudah meninjau ke sini, serta berunding dengan pihak nagari dan pemilik tanah," sebut Tasmi. 

Kemudian hasil dari rapat tersebut, pihak pemilik tanah mengizinkan aktivitas belajar mengajar. Namun tanaman pisangnya harus tetap ada.

Sementara itu, Sekretaris Nagari Tandikek Selatan, Alfajri menyebutkan, permasalahan itu sudah cukup lama. 

"Terkait itu, kami dari pihak nagari tentu ingin menyelesaikan permasalah ini," ujar Al Fajri.

Disebutkan Al Fajri, persoalan tanah tersebut merupakan masalah pribadi. Namun dia tidak tau pastinya terkait persoalannya. 

"Saya hanya mengetahui sedikit, sebelumnya perihal sertifikat tanah di SD tersebut sudah disetujui oleh pemilik tanah. Namun ditengah-tengah, ada kesepakatan yang tidak disetujui," ungkap Al Fajri.

Informasinya, tanah tempat berdiri sekolah tersebut, merupakan tanah yang dihibahkan untuk mendirikan sekolah. Namun hingga saat ini pemilik tanah belum memberikan keterangan resmi terkait itu.

Kontributor: Peri Musliadi



Berita Terkait

Baca Juga