118 Warga Pasaman Suspect DBD, 5 Dirawat

118 Warga Pasaman Suspect DBD 5 Dirawat

Covesia.com - Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat mencatat sebanyak 118 warga diduga terkena gejala (suspect) Demam Berdarah Dengue (DBD). Kasus tersebut terjadi sejak Januari hingga 7 Februari 2015.

Dari jumlah tersebut, mereka tersebar di 16 Puskesmas yang ada di Kabupaten Pasaman. Sampai saat ini yang sudah positif sebanyak 5 orang dan kini di rawat di RSUD Lubuk Sikaping.

Kepala Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan (PMK) Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman, Arma Putra bersama Kepala Seksi Pengendalian Masalah Kesehatan, Doni Anwar dan Pemegang Program Surfelen, Risno Hendra Putra kepada covesia.com, Rabu (11/2) membenarkan dan jumlah itu sesuai dengan laporan dari Puskesmas.

Ke 16 puskesmas tersebut adalah puskesmas Bonjol 9 orang, Puskesmas Kumpulan 3 orang, Cubadak 10 orang, Simpang Tonang 4 orang, Lubuksikaping 12 orang. Kemudian Puskemas Sundatar sebanyak 17 orang, Pintu Padang 5 orang, Silayang 2 orang, Tapus 12 orang, Kuamang 5 orang.

Sementara itu, Puskesmas Pegang Baru 8 orang, Rao 12 orang, Lansat Kadap 3 orang, Koto Rajo 3 orang, Simpati 11 orang serta Puskesmas Ladang Panjang 12 orang.

Kebanyakan yang terkena penyakit DBD merata di seluruh umur. Kasus gejala DBD yang terjadi di Pasaman selama dua bulan terakhir masih dalam kategori normal dan tidak masuk kategori gawat.

Meski demikian, pihaknya berharap agar masyarakat tetap waspada. "Ya benar, saat ini Pasaman tidak merupakan daerah endemis DBD. Dari 209 Jorong di 12 Kecamatan yang ada di Pasaman, belum pernah ada kategori endemis DBD. Kita terus melakukan berbagai program ke masyarakat akan memprioritaskan antisipasi DBD," katanya.

Menurutnya, untuk mengantisifasi agar penyakit DBD ini tidak menimpa masyarakat Pasaman, berbagai langkah dan upaya terus dilakukan. Salah satunya dengan melakukan penyuluhan ke masyarakat akan pentingnya menerapkan pola hidup bersih.

Selain itu, Dinas Kesehatan melalui jajarannya mensosialisasikan kepada masyarakat akan pentingnya melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) atau dengan cara 3M (Menguras, Membersihkan dan Menimbun) barang bekas yang sekiranya menjadi tempat berkembang biak nyamuk yang menyebarkan penyakit DBD tersebut.

(man/zik)

Berita Terkait

Baca Juga