27 Jenis Komoditas Pertanian Ilegal Dimusnahkan Karantina Pertanian Padang

27 Jenis Komoditas Pertanian Ilegal Dimusnahkan Karantina Pertanian Padang 27 Jenis Komoditas Pertanian Ilegal Dimusnahkan Karantina Pertanian Padang, Rabu (20/11/2019)(Foto: humas KPP)

Covesia.com - Karantina Pertanian Padang, musnahkan 27 jenis komoditas hewan dan tumbuhan yang tidak sesuai prosedur. Komoditas tersebut diantaranya, berasal dari Negara Malaysia, Taiwan, Taipei, Cina, Singapura dan Laos.

Pemusnahan tersebut dilakukan, sesuia dengan UU Nomor 21 Tahun 2019, tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan. Tujuannya demi terjaganya sumber daya alam hayati Indonesia dari ancaman penyakit hewan dan tumbuhan, khususnya yang berasal dari luar negeri. 

"Untuk komoditas itu, barang yang kami tahan di Bandara Internasional Minangkabau dan kantor pos," ujar Kepala Karantina Pertanian Padang, Eka Darnida Yanto, pada Rabu (20/11/2019).

Eka Darnida Yanto menyebutkan, secara rinci komoditas hewan dan tumbuhan yang dimusnahkan itu antara lain, 35 kemasan benih tanaman hias, 10,52 kilogram bibit tanaman hias dan bibit tanaman buah.

"Kemudian, 133,55 kilogram buah segar, terdiri dari buah apel, lengkeng, anggur, mangga, pir, jeruk, melon, kesemek, duku, delima, sunkist, kiwi, plum, strawberry dan 24,5 kilogram bawang putih, 2,5 kg bawang merah," katanya. 

Selain itu, hasil bahan asal hewan yang dimusnahkan yaitu, 4 kg bakso sapi dan 39,5 daging ayam olahan.

Dijelaskan Eka Darnida Yanto, komoditas itu dimusnahkan, karena masukannya tidak dilengkapi dengan sertifikat kesehatan dari negara asal. 

"Untuk pemasukan buah segar ini, karena mereka melanggar Peraturan Menteri Pertanian Nomor 42 Tahun 2012 tentang pemasukan buah segar dan sayuran segar. Karena Padang bukan merupakan daerah yang menjadi tempat pemasukan buah maupun sayuran segar," ungkapnya. 

Sedangkan untuk pemusnahan daging dan olahannya, karena tidak sesuai dengan Peraturan Menteri Pertanian No. 34 Tahun 2016 tentang Pemasukan Karkas, Daging, Jeroan, atau olahannya ke dalam Wilayah Negara Republik Indonesia. 

Kontributor: Peri Musliadi


Berita Terkait

Baca Juga