Populasi Ikan Lauhan di Danau Maninjau Agam Meningkat

Populasi Ikan Lauhan di Danau Maninjau Agam Meningkat Populasi ikan Lauhan di Danau Maninjau (Foto: Covesia/Pak Johan)

Covesia.com - Pagi ini ikan yang terperangkap ke dalam jaring yang  dipasang St Rajo Intan salah seorang nelayan tangkap di Danau Maninjau cukup banyak. 

Dengan raut wajah gembira, warga Koto Kaciak, Kecamatan tanjung raya menarik perangkap ikan miliknya ke atas sampan. Namun wajar ceria itu seketika berubah murung kala ia melihat puluhan ikan terperangkap itu menggelepar.

Kok tidak di ambil pak.? Pertanyaain itu terucap saat Covesia.com melihatnya membuang kembali puluhan ikan seukuran telapak tangan orang dewasa ke dalam danau kembali. "Ini Lauhan, ikan jenis ini tidak laku di pasaran dan jarang masyarakat yang mau memasaknya jadi saya buang saja," tuturnya.

Berbeda dari lauhan yang sering dijadikan sebagai ikan hias, ikan jenis ini lebih mirip dengan nila, namun perbedaan terletak pada corak warna yang seperti lauhan namun tidak memiliki tonjolan besar di kepala.

Dikatakan St rajo Intan, perkembangan Ikan Lauhan sangat terasa 4 tahun terakhir, hal itu membuat para nelayan dan Petani Karamba Jaring Apung (KJA) Resah. "Ikan ini adalah jenis predator, ia memangsa bibit di KJA, dan Ikan-ikan kecil di danau," terangnya.

Tingginya populasi ikan ini juga disebabkan kurang diminati masyarakat, untuk mengkonsumsi, sehingga perkembang biakannya semakin banyak. "Kalo tertangkap biasanya kami lepaskan kembali, ya mau bagaimana lagi, tidak ada yang suka makan ikan lauhan," terangnya.

Sementara itu, Kepala dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan (DPKP) Agam, Ermanto menjelaskan, Ikan Lauhan ini memang bukan hewan endemik Danau Maninjau. Kemunculan hewan itu bermula saat para petani membeli bibit ikan ke luar daerah, bentuk bibit yang mirip dengan ikan nila membuatnya ikut terbawa ke KJA masyarakat di Danau Maninjau.

"Saat panen, petani membuang ikan lauhan ini ke danau dan mereka pun berkembang biak," ujarnya saat dikonfirmasi Covesia.com, Kamis (28/11/2019).

Menurut Ermanto meski salah satu predator bagi hewan endemik, dampak yang ditimbulkan lauhan tidaklah begitu besar berbeda dengan ikan jenis bawal dan patin. "Lauhan bukanlah hewan teratas di rantai makanan danau maninjau, ia juga bisa dimangsa spesies ikan patin dan bawal," katanya.

Ikan jenis lauhan ini juga di konsumsi masyarakat di selingkaran danau maninjau dan beberapa daerah lainnya. 

"Masyarakatmaninjau ada yang mengkonsumsi ikan lauhan, ya, walaupun tidak begitu banyak, menurut pengakuan mereka rasanya cukup enak dan mirip rasa ikan nila," tutupnya.

(han/don)

Berita Terkait

Baca Juga