PDAM Pasaman Alami Kerugian Rp100 Juta Setiap Bulan

PDAM Pasaman Alami Kerugian Rp100 Juta Setiap Bulan Foto: Dok Covesia

Covesia.com - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Pasaman, Sumbar terus mengalami kerugian hingga mencapai Rp100 Juta tiap bulannya, Sabtu (7/12/2019).

Dari jumlah pelanggan 18.663 konsumen pendapatan rekening PDAM sebesar Rp1,1 Miliar tiap bulan. 

Tapi sayangnya yang tertagih kepada konsumen hanya sekitar 60 persen, sehingga perusahaan itu terus merugi tiap bulan.

Persoalan ini memang sepertinya tak akan usai, sebab setiap tahun terus merugi dengan permasalahan yang sama.

PLT Direktur PDAM, Ondaria mengatakan meruginya PDAM tiap bulan Rp100 Juta karena banyaknya tunggakan rekening konsumen. 

"Rata-rata tiap bulan konsumen menunggak 40 persen dari Rp 1,1 Miliar pendapatan PDAM,"kata PLT Direktur PDAM, Ondaria, dan jajaran Kabag Edi Warman, Syofianol.

Pihaknya berjanji bakal memaksimalkan penagihan kepada konsumen agar kerugian tidak terus membengkak tiap bulannya.

"Kedepan kita akan maksimalkan lagi penagihan kepada konsumen sehingga kerugian itu bisa ditutupi. Kita berjanji akan meningkatkan pelayanan kepada konsumen dan realisasi penagihan" janjinya,"katanya.

Melihat semakin prihatinnya pengelolaan PDAM Pasaman itu salah seorang warga Lubuk Sikaping, Udo Denny mengaku tidak terkejut akan permasalahan tersebut.

"Bagaimana tidak rugi coba, meteran langganan itu tidak pernah dicatat dengan baik sesuai pemakaiannya. Contohnya saja dikantor saya ini hanya membayar Rp64 ribu tiap bulannya. Padahal kami juga bertiga dirumah ini, setiap bulannya tetap dikenakan tarif yang sama,"kata Udo Denny

Udo Denny juga menuturkan pengalamannya saat pesta pernikahan bulan Februari 2019 lalu.

"Baralek Gadang cuma dikenakan tarif yang sama sebesar Rp64 ribu. Berarti dengan kasus ini masih banyak meteran pelanggan yang tidak akurat ukurannya. Ini baru satu macam permasalahan yang terjadi, belum lagi yang lainnya. Seharusnya pihak PDAM Pasaman sendiri memberdayakan petugasnya dengan baik agar tidak terus merugi,"tutupnya.

(eri/adi)

Berita Terkait

Baca Juga